Bandwidth Management: Simple Queue MikroTik

Updated on May 3, 2026

Gambaran Besar dulu

Bayangin kamu punya satu loyang pizza ukuran besar. Ada 4 orang yang mau makan. Kalau gak diatur, orang yang paling rakus akan habiskan semuanya, dan yang lain gigit jari.

Simple Queue itu sistem “jatah makan” yang kita pasang di router. Kita tentukan: si A boleh ambil segini, si B segini. Tidak bisa lebih dari jatahnya. Router yang jadi “penjaga antrian”-nya.

Bandwidth dari ISP kita anggap sebagai lebar jalan. Total jalan yang ada: 10 Mbps. Tugas kita: bagi jalan itu dengan adil dan sesuai kebutuhan.


Dua istilah yang wajib paham dulu

Sebelum praktik, ada 2 istilah teknis yang akan terus muncul:

CIR (Committed Information Rate) Artinya: jatah bandwidth yang dijamin — minimum yang pasti dapat, apapun kondisinya. Di MikroTik, ini diset lewat parameter limit-at.

Analoginya: kamu pesan kamar hotel, dan pihak hotel berjanji minimal ada 1 bantal untukmu. Itu CIR.

MIR (Maximum Information Rate) Artinya: batas maksimal bandwidth yang boleh dipakai. Di MikroTik, ini diset lewat max-limit.

Analoginya: kalau kamar di lantai atas kosong, kamu boleh pakai fasilitasnya. Tapi ada batasnya — tidak boleh ambil semua kamar. Itu MIR.

Jadi:

  • limit-at = jatah minimum yang dijamin (CIR)
  • max-limit = batas paling tinggi yang boleh dicapai (MIR)

Topologi yang kita pakai

ISP (10 Mbps)
     |
[MikroTik Router]
     |
  [Switch]
  /  |  |  \
C1  C2  C3  C4
Client IP Jatah
Client-1 192.168.1.1 Tetap 2 Mbps (tidak lebih, tidak kurang)
Client-2 192.168.1.2 Tetap 2 Mbps
Client-3 192.168.1.3 Minimal 3 Mbps, bisa naik sampai 6 Mbps
Client-4 192.168.1.4 Minimal 3 Mbps, bisa naik sampai 6 Mbps

Client-1 dan Client-2 itu dedicated — artinya bandwidth mereka terkunci. Gak bisa kurang, gak bisa lebih dari 2 Mbps.

Client-3 dan Client-4 lebih fleksibel. Mereka dapat jaminan 3 Mbps, tapi kalau jaringan lagi sepi, bisa naik sampai 6 Mbps. Ini yang disebut pola CIR + MIR.


Langkah konfigurasi — satu per satu

Langkah 1: Queue untuk Client-1

Perintah di terminal MikroTik (New Terminal):

queue simple add name=Client-1 target=192.168.1.1/32 max-limit=2M/2M

Penjelasan tiap bagian:

  • name=Client-1 — nama antriannya, bebas kita kasih apa saja
  • target=192.168.1.1/32 — ini berarti aturan ini berlaku untuk IP 192.168.1.1 saja (/32 artinya tepat satu IP, bukan range)
  • max-limit=2M/2M — format-nya upload/download. Jadi upload max 2 Mbps, download max 2 Mbps

Karena tidak ada limit-at, CIR-nya mengikuti max-limit juga. Artinya memang dikunci di angka itu.


Langkah 2: Queue untuk Client-2

queue simple add name=Client-2 target=192.168.1.2/32 max-limit=2M/2M

Sama persis dengan Client-1, hanya target IP-nya yang beda.


Langkah 3: Queue untuk Client-3 (dengan CIR + MIR)

queue simple add name=Client-3 target=192.168.1.3/32 max-limit=6M/6M limit-at=3M/3M

Di sini ada dua parameter sekaligus:

  • limit-at=3M/3M → CIR = 3 Mbps. Ini jatah minimum yang dijamin. Walaupun jaringan ramai, Client-3 tetap dapat minimal 3 Mbps
  • max-limit=6M/6M → MIR = 6 Mbps. Ini batas tertingginya. Kalau jaringan lagi sepi dan ada sisa bandwidth, Client-3 bisa dapat sampai 6 Mbps

Langkah 4: Queue untuk Client-4

queue simple add name=Client-4 target=192.168.1.4/32 max-limit=6M/6M limit-at=3M/3M

Konfigurasi identik dengan Client-3.


Langkah 5: Cek hasil konfigurasi

Jalankan perintah ini untuk melihat semua queue yang sudah dibuat:

queue simple print

Hasilnya akan muncul tabel seperti ini:

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 #   NAME        TARGET         MAX-LIMIT      LIMIT-AT
 0   Client-1    192.168.1.1/32  2M/2M          0/0
 1   Client-2    192.168.1.2/32  2M/2M          0/0
 2   Client-3    192.168.1.3/32  6M/6M          3M/3M
 3   Client-4    192.168.1.4/32  6M/6M          3M/3M

Kalau sudah muncul 4 baris seperti ini, konfigurasi berhasil.


Langkah 6: Verifikasi dari sisi client

Setelah queue terpasang, buka browser di komputer Client-1 lalu akses speedtest.net. Hasilnya harus menunjukkan sekitar 2 Mbps — tidak lebih.

Lakukan hal yang sama dari Client-3. Hasilnya harus di kisaran 3-6 Mbps tergantung kondisi jaringan saat itu.


Langkah 7: Monitoring traffic real-time

Di WinBox, masuk ke menu Tools > Torch.

Torch itu ibarat kacamata malam yang bisa melihat semua paket data yang lalu-lalang di interface kamu, termasuk berapa bandwidth yang dipakai tiap IP.

Pilih interface yang mengarah ke client (biasanya ether2 atau sesuai topologi lab), lalu amati traffic masing-masing client secara langsung.


Yang sering salah — antisipasi dari sekarang

Ada beberapa kesalahan yang umum terjadi saat konfigurasi Simple Queue:

Kesalahan 1: Nulis IP tanpa /32

target=192.168.1.1   ← SALAH
target=192.168.1.1/32   ← BENAR

Kalau tidak pakai /32, MikroTik bisa salah baca dan queue tidak bekerja seperti yang diinginkan.

Kesalahan 2: Format max-limit salah

max-limit=2M   ← ambigu, MikroTik perlu upload/download
max-limit=2M/2M   ← benar

Format-nya selalu upload/download, dipisah garis miring.

Kesalahan 3: limit-at lebih besar dari max-limit

limit-at=8M/8M  max-limit=6M/6M   ← tidak masuk akal

CIR tidak boleh lebih besar dari MIR. Ibarat jaminan minimal kamu lebih besar dari batas maksimal — itu kontradiksi.

Kesalahan 4: Satu IP masuk dua queue sekaligus

Kalau IP 192.168.1.1 terdaftar di dua queue berbeda, MikroTik akan pakai queue yang lebih dulu ditemukan (urutan dari atas). Queue kedua tidak akan jalan. Selalu cek dengan queue simple print sebelum menambah queue baru.


Kuis Pemahaman

Jawab tiga pertanyaan ini untuk cek seberapa paham kamu:

  1. Apa perbedaan antara limit-at dan max-limit dalam Simple Queue? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri — tidak perlu hafal istilah teknisnya.

  2. Client-3 dikonfigurasi dengan limit-at=3M/3M dan max-limit=6M/6M. Pada saat jam makan siang dan jaringan sangat ramai, berapa kira-kira bandwidth yang akan didapat Client-3? Kenapa?

  3. Seorang teknisi membuat queue dengan perintah queue simple add name=Test target=192.168.1.5/32 max-limit=5M/5M limit-at=8M/8M. Ada yang salah di sini. Apa masalahnya dan bagaimana cara memperbaikinya?

Next

Frequently asked questions