Hotspot Server MikroTik (Login Page, User Management)

Updated on May 3, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangkan kamu masuk ke sebuah mall. Sebelum naik eskalator ke lantai atas, ada satpam yang minta menunjukkan kartu member dulu. Kalau kartu cocok, boleh naik. Kalau tidak punya, ya balik kanan.

Hotspot Server di MikroTik persis seperti itu. Setiap perangkat yang nyambung ke Wi-Fi kita, sebelum bisa buka internet, akan diarahkan ke halaman login di browser. Kalau username dan password benar, baru internet kebuka. Inilah yang disebut captive portal, yaitu halaman “penjebak” yang muncul otomatis.

Fitur ini beda dari sekedar password Wi-Fi. Kalau password Wi-Fi itu seperti kunci pagar, hotspot server lebih seperti resepsionis yang catat siapa saja yang masuk, kapan, dan boleh pakai berapa lama.


Prasyarat Sebelum Mulai

Pastikan dulu beberapa hal ini sudah beres:

  • wlan1 sudah aktif sebagai Access Point (mode: ap-bridge, sudah ada SSID)
  • Router sudah terhubung ke internet melalui wlan1 yang tadi kita set station mode untuk WAN… eh tunggu, di lab kita wlan1 sudah di-set sebagai AP, bukan WAN. Interface WAN di lab kita adalah wlan1 dalam station mode yang terpisah dari konfigurasi AP. Pastikan ini sudah jalan.
  • Belum ada DHCP Server yang dibuat manual di wlan1. Jangan buat dulu, karena Hotspot Setup akan membuatnya sendiri secara otomatis. Kalau sudah terlanjur dibuat, hapus dulu.

Langkah 1: Beri IP Address ke wlan1

Ini seperti memasang label nama di meja resepsionis tadi, supaya perangkat klien tahu ke mana harus “lapor”.

ip address add address=192.168.2.254/24 interface=wlan1

Artinya: router kita punya alamat 192.168.2.254 di jaringan hotspot 192.168.2.0/24.


Langkah 2: Jalankan Hotspot Setup (Wizard Ajaib)

Ini bagian terpenting. Hotspot Setup adalah wizard yang akan mengatur banyak hal otomatis, termasuk membuat DHCP Server sendiri.

ip hotspot setup

Begitu perintah itu dijalankan, akan muncul serangkaian pertanyaan. Jawab satu per satu:

Pertanyaan Wizard Jawaban untuk Lab Kita
hotspot interface: wlan1
local address of network: 192.168.2.254/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.2.1-192.168.2.20
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns servers: sesuaikan dengan DNS dari ISP (misal: 8.8.8.8)
dns name: hotspot.kantor.id
name of local hotspot user: buat username pertama, misal admin
password for the user: buat passwordnya

Penjelasan beberapa parameter yang sering bikin bingung:

  • address pool = jatah alamat IP yang akan dibagi ke klien. Range 192.168.2.1-192.168.2.20 artinya maksimal 20 perangkat bisa konek bersamaan.
  • masquerade = yes = router akan menyembunyikan IP lokal klien saat keluar ke internet. Ini perlu kalau jaringan kita terhubung langsung ke ISP.
  • dns name = nama domain yang muncul di alamat bar browser saat halaman login tampil. Boleh diisi apa saja, tapi harus ada titiknya (format domain), seperti hotspot.kantor.id.
  • certificate = none = kita tidak pakai HTTPS untuk halaman login. Konsekuensinya, saat pengujian, buka dulu situs HTTP biasa (bukan HTTPS seperti google.com), karena browser modern sering memblokir redirect dari HTTPS.

Langkah 3: Tambah User

Setelah wizard selesai, Hotspot Server aktif. Sekarang tambahkan akun pengguna.

ip hotspot user add name=karyawan1 password=pass123

Untuk melihat semua user yang sudah ada:

ip hotspot user print

Kamu juga bisa menambahkan batasan khusus per user. Misalnya, user karyawan1 hanya boleh pakai internet selama 8 jam dan max download 1 GB:

ip hotspot user add name=karyawan1 password=pass123 limit-uptime=8:00:00 limit-bytes-out=1G

Langkah 4: Buat User Profile dan Batasi Bandwidth

User Profile itu seperti “paket berlangganan”. Karyawan dapat paket 2 Mbps, tamu dapat paket 512 Kbps. Satu profile bisa dipakai banyak user sekaligus.

Buat profile dulu:

ip hotspot user profile add name=profile-karyawan rate-limit=2M/2M

Format rate-limit=2M/2M artinya: upload maksimal 2 Mbps, download maksimal 2 Mbps.

Lalu assign user ke profile itu:

ip hotspot user set karyawan1 profile=profile-karyawan

Setelah ini, si karyawan1 saat login tidak akan bisa melebihi 2 Mbps ke dua arah.


Langkah 5: Monitoring

Dua perintah ini yang paling sering dipakai:

ip hotspot active print

Menampilkan daftar user yang sedang aktif login saat ini. Ada nama user, IP yang dipakai, sudah berapa lama login.

ip hotspot host print

Menampilkan semua perangkat yang terdeteksi di jaringan hotspot, termasuk yang belum login.


Jebakan Umum yang Sering Terjadi

Ini yang paling banyak menghantam siswa waktu praktik:

  1. Sudah buat DHCP Server manual sebelum hotspot setup. Akibatnya ada dua DHCP Server jalan bersamaan, klien dapat IP yang salah atau malah tidak dapat IP. Solusi: hapus DHCP Server manual yang dibuat sebelumnya.

  2. Pakai HTTPS saat pengujian. Buka google.com tapi tidak muncul halaman login, yang muncul malah error. Ini karena browser modern memblokir redirect dari HTTPS. Coba dulu buka situs HTTP biasa, seperti http://neverssl.com.

  3. Lupa isi DNS Server saat wizard. Kalau DNS dikosongkan atau diisi salah, klien dapat IP tapi tidak bisa buka website apapun meski sudah login. Selalu isi dengan DNS yang benar dari ISP, atau pakai 8.8.8.8.

  4. Memasquerade interface yang salah. Kalau router kita ikut wizard dan masquerade-nya menunjuk ke interface yang tidak mengarah ke internet, ya tidak akan jalan. Pastikan sudah ada NAT masquerade yang out-interface-nya ke wlan1 (yang station mode / WAN) — ini sudah dihandle wizard kalau jawab yes pada pertanyaan masquerade, tapi tetap dicek.


Kuis Pemahaman

  1. Apa yang terjadi jika kamu sudah membuat DHCP Server manual di wlan1 sebelum menjalankan ip hotspot setup, dan kenapa hal itu bermasalah?

  2. Seorang siswa membuat user profile dengan perintah ip hotspot user profile add name=tamu rate-limit=512k/512k, lalu membuat user dengan perintah ip hotspot user add name=budi password=1234. Apakah user budi otomatis mendapat batasan 512 Kbps? Jelaskan alasannya.

  3. Kamu sudah selesai konfigurasi hotspot, lalu mencoba pengujian dengan membuka https://google.com di laptop klien, tapi tidak muncul halaman login. Apa kemungkinan penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Next