Pencarian Linear (Linear/Sequential Search)

Updated on April 26, 2026

Gambaran Besarnya Dulu

Bayangin kamu lagi nyari nomor HP teman lama di daftar kontak yang belum diurutkan. Kamu scroll dari atas, satu per satu, sampai ketemu. Itu persis cara kerja linear search.

Linear search = pencarian lurus dari awal ke akhir, satu elemen diperiksa satu kali, berurutan. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada trik. Murni periksa satu per satu.

Sederhana? Iya. Tapi justru itu kelebihannya: gampang dipahami, gampang dibuat, dan bekerja di data apa pun, acak sekalipun.


Simulasi Langkah demi Langkah

Daftar angka yang digunakan:

Indeks: 0   1   2    3   4    5   6   7    8   9    10  11  12  13  14
Data:  [8,  3,  15,  7,  22,  11, 4,  19,  6,  12,  1,  20, 9,  14, 5]

Target yang dicari: angka 19

Prosesnya begini:

  • Indeks 0 → 8, bukan 19. Lanjut.
  • Indeks 1 → 3, bukan 19. Lanjut.
  • Indeks 2 → 15, bukan 19. Lanjut.
  • Indeks 3 → 7, bukan 19. Lanjut.
  • Indeks 4 → 22, bukan 19. Lanjut.
  • Indeks 5 → 11, bukan 19. Lanjut.
  • Indeks 6 → 4, bukan 19. Lanjut.
  • Indeks 7 → 19. KETEMU!

Total pengecekan: 8 kali. Angka 19 ada di posisi ke-8 (indeks 7).


Tiga Skenario yang Perlu Dipahami

Ini bagian yang sering keluar di ujian, jadi perhatikan baik-baik.

Best case (kasus terbaik) — target ada di posisi pertama. Cukup 1 pengecekan, langsung selesai. Contoh: kalau yang dicari angka 8 dari daftar tadi, selesai dalam 1 langkah.

Worst case (kasus terburuk) — target ada di posisi paling akhir, atau sama sekali tidak ada di daftar. Harus periksa semua elemen. Kalau datanya 15 angka, berarti 15 pengecekan. Kalau cari angka 99 yang tidak ada di daftar, tetap harus periksa 15 elemen dulu baru tahu “tidak ketemu.”

Average case (rata-rata) — biasanya target ada di tengah-tengah. Jadi rata-rata periksa n/2 elemen. Untuk 15 data, rata-rata 7-8 pengecekan.


Aktivitas Fisik di Kelas: Biar Makin Paham

15 siswa masing-masing pegang kartu angka (sesuai daftar di atas, acak). Satu siswa jadi “komputer pencari.”

Aturan mainnya:

  1. Si pencari mulai dari siswa paling kiri.
  2. Tanya satu per satu: “Kamu pegang angka 19?”
  3. Kalau jawabannya tidak, pindah ke siswa berikutnya.
  4. Catat sudah berapa kali bertanya sampai ketemu.

Ini bukan sekadar permainan. Ini persis cara kerja komputer menjalankan linear search di memori.


Kapan Linear Search Cukup, Kapan Tidak?

Linear search bagus dipakai kalau:

  • Datanya sedikit (belasan sampai ratusan elemen)
  • Datanya belum terurut (acak)
  • Pencarian dilakukan sekali atau jarang

Linear search mulai tidak efisien kalau:

  • Datanya sangat banyak — bayangkan cari satu nama di daftar 1 juta siswa satu per satu
  • Pencarian dilakukan ribuan kali per detik (misalnya di mesin pencari seperti Google)

Di sinilah nanti muncul algoritma lain yang lebih cepat, seperti binary search. Tapi itu butuh syarat: datanya harus sudah terurut dulu.


Jebakan Umum yang Sering Bikin Siswa Keliru

Jebakan 1: Lupa hitung dari indeks 0, bukan dari 1. Banyak yang bilang “angka 19 ada di posisi ke-8” padahal indeksnya 7. Komputer mulai hitung dari 0, bukan 1. Biasakan.

Jebakan 2: Berhenti setelah ketemu, tidak menghitung total. Soal sering minta “berapa perbandingan yang dilakukan.” Jawaban bukan cuma “ketemu di posisi 7” tapi “dilakukan 8 pengecekan.”

Jebakan 3: Lupa skenario “tidak ketemu.” Kalau target tidak ada di daftar, komputer tetap harus periksa SEMUA elemen dulu sebelum menyimpulkan “tidak ada.” Ini worst case juga.


Kuis Singkat

Jawab tiga pertanyaan ini untuk cek pemahamanmu:

  1. Dari daftar [8, 3, 15, 7, 22, 11, 4, 19, 6, 12, 1, 20, 9, 14, 5], berapa banyak pengecekan yang dilakukan jika mencari angka 22?

  2. Daftar yang sama berisi 15 elemen. Jika target yang dicari adalah angka 99 (tidak ada di daftar), berapa pengecekan yang dilakukan dan ini termasuk kasus apa?

  3. Temanmu bilang: “Linear search tidak bisa dipakai di data acak, harus diurutkan dulu.” Apakah pernyataan itu benar atau salah? Jelaskan alasanmu.

Next