DHCP Server + Static Mapping di MikroTik

Updated on April 12, 2026

Analogi dulu sebelum teknis

Bayangkan kamu jaga warung dan punya 10 kursi bernomor 1-10. Setiap tamu yang datang akan kamu kasih nomor kursi agar tidak rebutan. Tamu yang pulang, nomornya bisa dipakai tamu lain. Tapi ada tamu langganan (misalnya pak RT) yang kamu sudah janjikan selalu duduk di kursi nomor 2 — tidak peduli kapanpun dia datang, kursi itu selalu untuknya.

Itulah cara kerja DHCP Server:

  • “Kursi” = IP Address
  • “Kamu sebagai penjaga” = DHCP Server (Router MikroTik)
  • “Tamu biasa” = client yang dapat IP otomatis (dinamis)
  • “Pak RT” = perangkat yang punya Static Mapping (IP tetap berdasarkan MAC Address)

Memahami komponen wajib sebelum konfigurasi

DHCP Server pada MikroTik butuh tiga hal yang harus dikonfigurasi: IP Pool, DHCP Network, dan DHCP Server Instance. Kalau salah satu dari tiga ini tidak ada, DHCP tidak akan bekerja.

Sebelum menyentuh CLI, pahami dulu parameter yang perlu disiapkan:

Parameter Artinya Nilai di skenario kita
Network Address Alamat jaringan yang digunakan 192.168.1.0/24
Gateway IP router yang akan dipakai client untuk keluar ke internet 192.168.1.254
IP Pool Rentang IP yang boleh dipinjamkan ke client 192.168.1.1 s/d 192.168.1.10
DNS Server Server yang menerjemahkan nama domain ke IP 192.168.1.254
Lease Time Berapa lama IP “dipinjamkan” ke client bebas, misalnya 30 menit

Lease Time perlu diperhatikan: selama Lease Time sebuah IP Address belum habis, IP tersebut tidak akan dipinjamkan ke client lain, sekalipun client pertama sudah tidak menggunakannya lagi.


Langkah-langkah konfigurasi (manual/terpisah)

Topologi kita: Router MikroTik sebagai gateway dengan IP 192.168.1.254/24 pada interface ether2. Pool yang tersedia: 192.168.1.1 - 192.168.1.10.


Langkah 1 — Buat IP Pool

IP Pool adalah “daftar kursi yang tersedia”. Router perlu tahu IP mana saja yang boleh dibagikan.

# Buat pool bernama "pool-lan"
# ranges = rentang IP yang akan dibagikan ke client
ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.1.1-192.168.1.10

Verifikasi:

ip pool print

Via WinBox: IP > Pool > klik tombol +


Langkah 2 — Buat DHCP Network

DHCP Network memberi tahu router: “kalau ada client di jaringan 192.168.1.0/24, kasih mereka informasi gateway dan DNS ini.”

# address = network address + prefix
# gateway = IP router (ether2 MikroTik)
# dns-server = siapa yang menangani DNS (di sini router itu sendiri)
ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.254 dns-server=192.168.1.254

Via WinBox: IP > DHCP Server > tab Networks > klik +


Langkah 3 — Aktifkan DHCP Server Instance

Ini yang menggabungkan Pool dan Network, lalu dijalankan di interface tertentu.

# name = nama instance DHCP Server ini
# interface = di mana DHCP Server "mendengarkan" request dari client
# address-pool = pool yang dipakai (harus sesuai nama dari langkah 1)
# disabled=no = wajib! Karena default-nya DHCP instance selalu disabled
ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=ether2 address-pool=pool-lan disabled=no

Via WinBox: IP > DHCP Server > tab DHCP > klik +

Catatan lab: di RB951 milik sekolah, WAN masuk lewat wlan1. Interface LAN ke client biasanya tetap ether2. Pastikan DHCP Server diaktifkan di interface yang mengarah ke client, bukan ke WAN.


Langkah 4 — Konfigurasi client dan verifikasi

Di komputer client (Windows):

  • Masuk ke Network Adapter Settings
  • Set IP ke “Obtain an IP address automatically”
  • Buka CMD, ketik ipconfig /all

Yang perlu diperiksa dari output ipconfig /all:

  • DHCP Enabled: harus Yes
  • IPv4 Address: harus dalam rentang 192.168.1.1 – 192.168.1.10
  • DHCP Server: harus 192.168.1.254
  • Lease Obtained dan Lease Expires: menunjukkan waktu peminjaman

Dari sisi router, kamu bisa melihat IP mana saja yang sudah dipinjamkan dengan perintah berikut:

ip dhcp-server lease print

Output-nya akan terlihat seperti ini:

Flags: X - disabled, R - radius, D - dynamic, B - blocked
# ADDRESS         MAC-ADDRESS        HOST-NAME  SERVER  STATUS
0 D 192.168.1.10  D0:67:E5:11:0D:56  admin-PC   dhcp1   bound
1 D 192.168.1.9   08:00:27:5F:EB:A1  admon-PC   dhcp1   bound

Huruf D di depan artinya “Dynamic” — IP tersebut dipinjam secara otomatis, bukan tetap.


Langkah 5 — Static Mapping (IP Tetap Berdasarkan MAC)

Ini untuk skenario: misalnya komputer guru atau printer sekolah harus selalu dapat IP yang sama, supaya tidak perlu ubah konfigurasi setiap kali.

DHCP Server bisa meminjamkan IP tertentu yang tetap untuk komputer tertentu berdasarkan MAC Address. IP tersebut tidak akan lagi dipinjamkan ke komputer lain.

Cara 1 — langsung via CLI (kalau sudah tahu MAC Address perangkat):

# address = IP yang ingin ditetapkan
# mac-address = MAC Address fisik perangkat target
ip dhcp-server lease add address=192.168.1.2 mac-address=00:1E:68:55:A9:D8

Cara 2 — via WinBox dari lease yang sudah ada (lebih mudah, tidak perlu mengetik MAC):

  1. Tunggu client terhubung dan dapat IP otomatis
  2. Buka IP > DHCP Server > tab Leases
  3. Klik kanan pada lease client yang ingin dibuat static
  4. Pilih “Make Static”

Dengan cara Make Static, setiap kali client dengan MAC Address tersebut meminta IP, dia akan selalu mendapat IP yang sama.

Setelah Static Mapping dibuat, periksa hasilnya:

ip dhcp-server lease print

Entry static tidak akan ada huruf D di depannya (tidak dinamis).


Apa yang bisa salah — Jebakan umum

Jebakan 1: disabled=no lupa ditulis Kalau kamu tidak menambahkan disabled=no saat membuat DHCP Server Instance via CLI, server langsung dalam kondisi mati. Client tidak akan dapat IP. Solusi: ip dhcp-server enable dhcp-lan

Jebakan 2: IP Pool di luar range subnet Kalau Pool diisi 192.168.2.1-192.168.2.10 tapi Network Address 192.168.1.0/24, router akan bingung. IP yang dibagikan harus masuk dalam subnet yang sama dengan gateway.

Jebakan 3: Interface salah Ini yang paling sering terjadi di lab. DHCP Server diaktifkan di ether1 (WAN), bukan ether2 (LAN). Akibatnya, client di jaringan lokal tidak dapat IP, tapi tidak ada pesan error yang jelas.

Jebakan 4: Lease Time terlalu panjang di jaringan dinamis Jangan mengkonfigurasi Lease Time terlalu panjang jika pengguna jaringan sangat dinamis (datang silih berganti). Misalnya jika komputer pengguna hanya menggunakan jaringan selama kurang lebih 2 jam. Kalau Lease Time 8 jam tapi lab hanya dipakai 2 jam, IP yang sudah “dipinjam” tidak akan bisa dipakai siapa pun sampai 8 jam berlalu.

Jebakan 5: Static Mapping dengan IP di luar Pool Sebenarnya ini sah secara teknis, tapi rawan konflik. Kalau kamu statik-kan 192.168.1.2 tapi 192.168.1.2 juga ada di dalam pool dinamis (192.168.1.1-192.168.1.10), router akan mengecualikan IP itu dari pool secara otomatis. Tapi kalau tidak hati-hati, bisa ada konflik di router lain. Sebaiknya pisahkan range: pool dinamis 192.168.1.11-192.168.1.50, statik 192.168.1.2-192.168.1.10.


Ringkasan urutan konfigurasi

1. ip pool add                 → daftar IP yang bisa dibagikan
2. ip dhcp-server network add  → informasi jaringan untuk client
3. ip dhcp-server add          → aktifkan DHCP di interface LAN
4. Verifikasi di client        → ipconfig /all
5. ip dhcp-server lease print  → pantau dari router
6. Static Mapping              → untuk perangkat yang butuh IP tetap

Kuis pemahaman

Jawab tiga pertanyaan ini untuk menguji seberapa dalam kamu memahami materi:

  1. Kamu menjalankan perintah ip dhcp-server add name=dhcp-lab interface=ether2 address-pool=pool-lan tapi client tidak mendapat IP sama sekali. Tidak ada pesan error. Apa yang paling mungkin menjadi penyebabnya, dan bagaimana cara memperbaikinya?
  2. Sebuah printer di ruang TU harus selalu punya IP 192.168.1.5 agar bisa diakses dari semua komputer dengan alamat yang sama. Printer tersebut sudah pernah terhubung ke jaringan dan muncul di daftar lease. Jelaskan dua cara berbeda untuk membuat IP tersebut tetap, dan kapan kamu memilih masing-masing cara.
  3. Pool DHCP diset 192.168.1.1-192.168.1.10 dengan Lease Time 1 jam. Ada 10 komputer siswa yang masuk lab pagi, dapat IP, lalu pergi jam 10. Jam 11 ada 5 siswa baru masuk dan tidak bisa dapat IP. Apa penyebabnya, dan apa solusi jangka pendek maupun jangka panjang?

Next