Gambaran Besar Dulu
Bayangin kamu buka warung internet dengan 10 komputer. Setiap komputer butuh alamat IP supaya bisa konek ke router. Kalau kamu isi manual satu per satu, capek. Apalagi kalau besok ada komputer baru masuk, harus isi lagi.
Nah, DHCP Server itu seperti resepsionis warnet yang tugasnya satu: setiap komputer yang datang langsung dikasih nomor meja (IP address) secara otomatis. Komputer tinggal “minta”, langsung dapat. Selesai.
Dalam skenario kita:
- Router MikroTik bertindak sebagai resepsionis (DHCP Server)
- IP gateway router:
192.168.1.254 - Nomor-nomor yang bisa dibagikan:
192.168.1.1sampai192.168.1.10
Bagian 1: Empat Komponen DHCP Server
Sebelum konfigurasi, pahami dulu empat bagian yang selalu ada dalam DHCP:
- IP Pool daftar nomor yang boleh dibagikan ke client
- DHCP Network info jaringan yang dikirim ke client (gateway, DNS)
- DHCP Server “mesin” yang menjalankan proses pembagian IP
- Lease catatan siapa sudah dapat IP berapa
Urutan kerjanya: buat pool dulu → atur info jaringan → aktifkan server → client langsung bisa minta IP.
Bagian 2: Konfigurasi Langkah demi Langkah
Langkah 1: Buat IP Pool
IP Pool itu seperti laci yang isinya nomor-nomor cadangan untuk dibagikan.
Via CLI (Terminal):
ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.1.1-192.168.1.10
Artinya: buat laci bernama pool-lan, isinya nomor 1 sampai 10 di jaringan kita.
Via WinBox:
IP → Pool → klik tanda + → isi Name: pool-lan, Addresses: 192.168.1.1-192.168.1.10 → OK
Langkah 2: Buat DHCP Network
Ini adalah “surat keterangan” yang ikut dikirim ke setiap client yang dapat IP. Isinya: gateway-mu siapa, DNS-mu siapa.
CLI:
ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.254 dns-server=192.168.1.254
Terjemahannya:
address=192.168.1.0/24→ ini berlaku untuk jaringan inigateway=192.168.1.254→ client dikasih tahu bahwa pintu keluarnya adalah IP router kitadns-server=192.168.1.254→ router juga jadi tempat tanya alamat domain (DNS)
WinBox:
IP → DHCP Server → tab Networks → + → isi Address, Gateway, DNS Server → OK
Langkah 3: Aktifkan DHCP Server
Ini langkah terakhir. Setelah pool dan network siap, kita nyalakan mesinnya.
CLI:
ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=ether2 address-pool=pool-lan disabled=no
Yang perlu diperhatikan:
interface=ether2= DHCP Server aktif di port LAN (bukan WAN). Di lab kita, komputer siswa nyambung keether2disabled=no= wajib ditulis, karena defaultnya DHCP Server dalam kondisi mati saat baru dibuat
WinBox:
IP → DHCP Server → tab DHCP → DHCP Setup → pilih interface ether2 → ikuti wizard
Langkah 4: Verifikasi di Sisi Client
Di komputer siswa:
- Buka Network Settings → set IP ke Obtain automatically / DHCP
- Lihat IP yang didapat — harus masuk range
192.168.1.1sampai192.168.1.10
Cek di router:
ip dhcp-server lease print
Kalau berhasil, akan muncul daftar komputer beserta IP dan MAC address-nya.
Bagian 3: Static Mapping, IP Tetap untuk Perangkat Tertentu
Normanya, setiap kali komputer minta IP, DHCP bisa kasih nomor yang berbeda. Tapi ada situasi tertentu di mana kita perlu satu perangkat selalu dapat IP yang sama, misalnya printer kelas atau komputer guru.
Caranya: kita “ikat” IP tertentu ke MAC address perangkat itu.
MAC address itu seperti nomor KTP perangkat. Setiap kartu jaringan punya MAC yang berbeda dan tidak bisa diubah sembarangan.
Cara 1: CLI (masukkan manual):
ip dhcp-server lease add address=192.168.1.2 mac-address=00:1E:68:55:A9:D8
Artinya: setiap ada perangkat dengan MAC 00:1E:68:55:A9:D8 yang minta IP, langsung dikasih 192.168.1.2. Tidak diberikan ke siapa pun selain perangkat itu.
Cara 2: WinBox (lebih mudah, pakai cara klik kanan):
- IP → DHCP Server → tab Leases
- Tunggu komputer target konek dan dapat IP otomatis
- Klik kanan pada lease komputer itu → pilih Make Static
Setelah jadi static, IP itu “dikunci” untuk MAC address tersebut.
Jebakan Umum yang Sering Terjadi
Ini yang paling sering bikin siswa bingung saat praktik:
-
DHCP Server terpasang di interface yang salah. Kalau komputer nyambung ke
ether2tapi DHCP Server-nya aktif diether3, komputer tidak akan pernah dapat IP. Pastikaninterface=sesuai dengan port yang terhubung ke LAN. -
Lupa bikin DHCP Network. Server sudah aktif, pool sudah ada, tapi DHCP Network belum dibuat. Akibatnya client dapat IP tapi tidak dapat info gateway dan DNS — tidak bisa internetan.
-
disabled=nolupa ditulis di CLI. Server dibuat tapi dalam kondisi mati. Cek denganip dhcp-server print— kalau ada flagX(disabled), berarti server tidak jalan. -
Pool kehabisan nomor. Kalau pool hanya 192.168.1.1–192.168.1.10 tapi ada 15 komputer yang minta IP, 5 komputer terakhir tidak dapat. Sesuaikan range pool dengan jumlah perangkat.
-
Lease Time terlalu panjang. Kalau Lease Time diset 24 jam dan ada 10 komputer yang bergantian pakai 10 slot IP, komputer yang datang belakangan bisa tidak kebagian nomor meski komputer lama sudah pergi. Untuk lab sekolah, 30 menit biasanya cukup.
Kuis Pemahaman
Jawab tiga pertanyaan ini untuk cek apakah materi hari ini sudah masuk:
-
Sebuah router MikroTik sudah dikonfigurasi DHCP Server, tapi komputer yang nyambung ke
ether3tidak dapat IP otomatis. Padahal DHCP Server-nya diset diether2. Apa penyebabnya, dan bagaimana cara memperbaikinya? -
Kamu punya printer di lab dengan MAC address
B8:27:EB:AA:11:22. Kamu ingin printer ini selalu dapat IP192.168.1.5setiap kali dinyalakan. Tuliskan perintah CLI yang diperlukan. -
Apa bedanya antara IP Pool dan DHCP Network? Kalau salah satu tidak dibuat, apa yang akan terjadi pada komputer client?