DHCP Server + Static Mapping di MikroTik

Updated on May 15, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangin kamu buka warung internet dengan 10 komputer. Setiap komputer butuh alamat IP supaya bisa konek ke router. Kalau kamu isi manual satu per satu, capek. Apalagi kalau besok ada komputer baru masuk, harus isi lagi.

Nah, DHCP Server itu seperti resepsionis warnet yang tugasnya satu: setiap komputer yang datang langsung dikasih nomor meja (IP address) secara otomatis. Komputer tinggal “minta”, langsung dapat. Selesai.

Dalam skenario kita:

  • Router MikroTik bertindak sebagai resepsionis (DHCP Server)
  • IP gateway router: 192.168.1.254
  • Nomor-nomor yang bisa dibagikan: 192.168.1.1 sampai 192.168.1.10

Bagian 1: Empat Komponen DHCP Server

Sebelum konfigurasi, pahami dulu empat bagian yang selalu ada dalam DHCP:

  1. IP Pool daftar nomor yang boleh dibagikan ke client
  2. DHCP Network info jaringan yang dikirim ke client (gateway, DNS)
  3. DHCP Server “mesin” yang menjalankan proses pembagian IP
  4. Lease catatan siapa sudah dapat IP berapa

Urutan kerjanya: buat pool dulu → atur info jaringan → aktifkan server → client langsung bisa minta IP.


Bagian 2: Konfigurasi Langkah demi Langkah

Langkah 1: Buat IP Pool

IP Pool itu seperti laci yang isinya nomor-nomor cadangan untuk dibagikan.

Via CLI (Terminal):

ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.1.1-192.168.1.10

Artinya: buat laci bernama pool-lan, isinya nomor 1 sampai 10 di jaringan kita.

Via WinBox: IP → Pool → klik tanda + → isi Name: pool-lan, Addresses: 192.168.1.1-192.168.1.10 → OK


Langkah 2: Buat DHCP Network

Ini adalah “surat keterangan” yang ikut dikirim ke setiap client yang dapat IP. Isinya: gateway-mu siapa, DNS-mu siapa.

CLI:

ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.254 dns-server=192.168.1.254

Terjemahannya:

  • address=192.168.1.0/24 → ini berlaku untuk jaringan ini
  • gateway=192.168.1.254 → client dikasih tahu bahwa pintu keluarnya adalah IP router kita
  • dns-server=192.168.1.254 → router juga jadi tempat tanya alamat domain (DNS)

WinBox: IP → DHCP Server → tab Networks → + → isi Address, Gateway, DNS Server → OK


Langkah 3: Aktifkan DHCP Server

Ini langkah terakhir. Setelah pool dan network siap, kita nyalakan mesinnya.

CLI:

ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=ether2 address-pool=pool-lan disabled=no

Yang perlu diperhatikan:

  • interface=ether2 = DHCP Server aktif di port LAN (bukan WAN). Di lab kita, komputer siswa nyambung ke ether2
  • disabled=no = wajib ditulis, karena defaultnya DHCP Server dalam kondisi mati saat baru dibuat

WinBox: IP → DHCP Server → tab DHCP → DHCP Setup → pilih interface ether2 → ikuti wizard


Langkah 4: Verifikasi di Sisi Client

Di komputer siswa:

  • Buka Network Settings → set IP ke Obtain automatically / DHCP
  • Lihat IP yang didapat — harus masuk range 192.168.1.1 sampai 192.168.1.10

Cek di router:

ip dhcp-server lease print

Kalau berhasil, akan muncul daftar komputer beserta IP dan MAC address-nya.


Bagian 3: Static Mapping, IP Tetap untuk Perangkat Tertentu

Normanya, setiap kali komputer minta IP, DHCP bisa kasih nomor yang berbeda. Tapi ada situasi tertentu di mana kita perlu satu perangkat selalu dapat IP yang sama, misalnya printer kelas atau komputer guru.

Caranya: kita “ikat” IP tertentu ke MAC address perangkat itu.

MAC address itu seperti nomor KTP perangkat. Setiap kartu jaringan punya MAC yang berbeda dan tidak bisa diubah sembarangan.

Cara 1: CLI (masukkan manual):

ip dhcp-server lease add address=192.168.1.2 mac-address=00:1E:68:55:A9:D8

Artinya: setiap ada perangkat dengan MAC 00:1E:68:55:A9:D8 yang minta IP, langsung dikasih 192.168.1.2. Tidak diberikan ke siapa pun selain perangkat itu.

Cara 2: WinBox (lebih mudah, pakai cara klik kanan):

  1. IP → DHCP Server → tab Leases
  2. Tunggu komputer target konek dan dapat IP otomatis
  3. Klik kanan pada lease komputer itu → pilih Make Static

Setelah jadi static, IP itu “dikunci” untuk MAC address tersebut.


Jebakan Umum yang Sering Terjadi

Ini yang paling sering bikin siswa bingung saat praktik:

  • DHCP Server terpasang di interface yang salah. Kalau komputer nyambung ke ether2 tapi DHCP Server-nya aktif di ether3, komputer tidak akan pernah dapat IP. Pastikan interface= sesuai dengan port yang terhubung ke LAN.

  • Lupa bikin DHCP Network. Server sudah aktif, pool sudah ada, tapi DHCP Network belum dibuat. Akibatnya client dapat IP tapi tidak dapat info gateway dan DNS — tidak bisa internetan.

  • disabled=no lupa ditulis di CLI. Server dibuat tapi dalam kondisi mati. Cek dengan ip dhcp-server print — kalau ada flag X (disabled), berarti server tidak jalan.

  • Pool kehabisan nomor. Kalau pool hanya 192.168.1.1–192.168.1.10 tapi ada 15 komputer yang minta IP, 5 komputer terakhir tidak dapat. Sesuaikan range pool dengan jumlah perangkat.

  • Lease Time terlalu panjang. Kalau Lease Time diset 24 jam dan ada 10 komputer yang bergantian pakai 10 slot IP, komputer yang datang belakangan bisa tidak kebagian nomor meski komputer lama sudah pergi. Untuk lab sekolah, 30 menit biasanya cukup.


Kuis Pemahaman

Jawab tiga pertanyaan ini untuk cek apakah materi hari ini sudah masuk:

  1. Sebuah router MikroTik sudah dikonfigurasi DHCP Server, tapi komputer yang nyambung ke ether3 tidak dapat IP otomatis. Padahal DHCP Server-nya diset di ether2. Apa penyebabnya, dan bagaimana cara memperbaikinya?

  2. Kamu punya printer di lab dengan MAC address B8:27:EB:AA:11:22. Kamu ingin printer ini selalu dapat IP 192.168.1.5 setiap kali dinyalakan. Tuliskan perintah CLI yang diperlukan.

  3. Apa bedanya antara IP Pool dan DHCP Network? Kalau salah satu tidak dibuat, apa yang akan terjadi pada komputer client?

Next