Multi-Area OSPF dengan Redistribusi

Updated on April 29, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangkan kamu adalah pengelola sistem pengiriman paket untuk seluruh Indonesia. Kalau semua kurir di seluruh Indonesia harus tahu rute setiap jalan di setiap kota, kepala mereka bakal penuh dan sistem jadi lambat.

Solusinya? Bagi Indonesia jadi wilayah: Jawa, Sumatera, Kalimantan. Setiap kurir cukup hafal rutenya sendiri. Tapi ada satu kantor pusat yang tahu hubungan antar wilayah.

OSPF Multi-Area bekerja persis seperti itu.

  • Area = wilayah kerja
  • Area 0 = kantor pusat (backbone) — wajib ada, semua area harus terhubung ke sini
  • ABR (Area Border Router) = manajer regional yang punya kaki di dua wilayah sekaligus

Kenapa Harus Multi-Area?

OSPF versi satu area (semua masuk Area 0) itu simpel. Tapi kalau routernya sudah puluhan, ada masalah:

  • Setiap router harus menyimpan peta lengkap seluruh jaringan (namanya LSDB, database topologi)
  • Kalau ada satu link mati, semua router ikut recalculate ulang — memakan CPU
  • Makin banyak router, makin berat

Multi-area memotong beban ini. Router di Area 10 tidak perlu tahu detail dalam Area 100 — cukup tahu “kalau mau ke sana, lewat ABR ini.”


Topologi yang Dipakai

[Area 10]           [Area 0]           [Area 100]
  R1 ———— R2 (ABR) ———— R3 ———— R4 (ABR) ———— R5
  • R1 = anggota Area 10
  • R2 = ABR (Area 10 + Area 0)
  • R3 = anggota Area 0
  • R4 = ABR (Area 0 + Area 100)
  • R5 = anggota Area 100

Anggap juga ada router terpisah yang pakai EIGRP — nanti routenya perlu kita masukkan ke OSPF (redistribusi).


Langkah Konfigurasi

Langkah 1: Router di Area 0 (R3)

R3 murni anggota backbone. Semua interface-nya masuk Area 0.

R3(config)# router ospf 10
R3(config-router)# network 10.1.2.0 0.0.0.255 area 0
R3(config-router)# network 10.1.3.0 0.0.0.255 area 0

Catatan angka penting:

  • router ospf 10 — angka 10 di sini adalah Process ID. Ini bukan nomor area. Ini cuma label lokal di router itu, bisa 1 sampai 65535. Router tetangga tidak harus pakai angka yang sama.
  • network + wildcard mask — ini cara OSPF memilih interface mana yang ikut OSPF

Wildcard mask itu kebalikan dari subnet mask. Subnet /24 = 255.255.255.0, wildcardnya = 0.0.0.255. Gampangnya: 255 dikurangi angka subnet mask.


Langkah 2: ABR yang Menghubungkan Area 0 dan Area 10 (R2)

R2 punya dua kaki: satu di Area 0, satu di Area 10.

R2(config)# router ospf 10
R2(config-router)# network 10.1.1.0 0.0.0.255 area 10
R2(config-router)# network 10.1.2.0 0.0.0.255 area 0

Dua baris network dengan area yang berbeda — itulah yang membuat router ini jadi ABR. Otomatis, tanpa perintah khusus.

R4 dikonfigurasi mirip, tapi untuk Area 0 dan Area 100.

R4(config)# router ospf 10
R4(config-router)# network 10.1.3.0 0.0.0.255 area 0
R4(config-router)# network 10.1.4.0 0.0.0.255 area 100

Langkah 3: Router di Area 10 (R1) dan Area 100 (R5)

R1(config)# router ospf 10
R1(config-router)# network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 10
R1(config-router)# network 10.1.1.0 0.0.0.255 area 10
R5(config)# router ospf 10
R5(config-router)# network 192.168.100.0 0.0.0.255 area 100
R5(config-router)# network 10.1.4.0 0.0.0.255 area 100

Langkah 4: Verifikasi

Jalankan show ip route di salah satu router, misalnya R1.

R1# show ip route

Perhatikan kode di depan setiap route:

Kode Artinya
C Connected (terhubung langsung)
O OSPF route dalam area yang sama
O IA OSPF Inter-Area (dari area lain, lewat ABR)
O E2 OSPF External Type 2 (dari luar OSPF, hasil redistribusi)

R1 akan melihat network milik R5 (Area 100) dengan kode O IA — artinya route itu datang dari area yang berbeda, melewati ABR.


Langkah 5: Redistribusi EIGRP ke OSPF

Skenario: ada satu router yang sebelumnya pakai EIGRP (protokol routing buatan Cisco). Kita mau routenya bisa diakses dari jaringan OSPF.

Redistribusi dilakukan di router yang menjalankan keduanya sekaligus — satu kaki di EIGRP, satu kaki di OSPF.

Router(config)# router ospf 10
Router(config-router)# redistribute eigrp 1 subnets
  • eigrp 1 — angka 1 adalah AS number EIGRP yang berjalan di router itu. Sesuaikan dengan konfigurasi EIGRP yang ada.
  • subnets — kata kunci ini wajib. Tanpa subnets, OSPF hanya mau redistribute network classful (kelas A/B/C penuh). Dengan subnets, semua prefix termasuk yang pakai VLSM ikut masuk.

Langkah 6: Verifikasi Redistribusi

Router# show ip route

Route hasil redistribusi dari EIGRP akan muncul dengan kode O E2.

O E2  172.16.5.0/24 [110/20] via 10.1.2.1, 00:01:23, FastEthernet0/0

Angka 20 di sana adalah metric default untuk route eksternal Type 2. Nilainya tidak berubah saat route melewati router lain — berbeda dari O dan O IA yang metric-nya naik seiring jarak.


Jebakan Umum yang Sering Terjadi

1. Lupa kata kunci subnets saat redistribusi Ini kesalahan paling sering. Hasilnya: hanya sebagian route yang masuk, yang lain hilang begitu saja. Selalu tambahkan subnets.

2. Wildcard mask salah Misalnya network 192.168.10.0/24 ditulis dengan wildcard 0.0.255.0 — interface tidak ikut OSPF, tidak ada adjacency terbentuk. Periksa lagi dengan show ip ospf interface.

3. Area 0 tidak terhubung langsung ke semua area Semua area harus punya jalur ke Area 0. Kalau Area 10 dan Area 100 terhubung langsung ke satu sama lain tanpa lewat Area 0, OSPF tidak akan bekerja benar. Area 0 adalah wajib jadi penghubung.

4. Process ID berbeda antar router dikira masalah Siswa sering panik karena R1 pakai router ospf 10 dan R2 pakai router ospf 20. Ini tidak masalah — Process ID cukup unik per router, tidak harus sama dengan tetangga.

5. Adjacency tidak terbentuk karena Hello/Dead timer tidak cocok Dua router OSPF baru akan bertukar route kalau sudah jadi neighbor. Salah satu syaratnya: Hello timer dan Dead timer harus sama. Default Cisco: Hello 10 detik, Dead 40 detik. Kalau salah satu diubah manual, keduanya harus diubah.


Ringkasan Alur Konfigurasi

1. Tentukan area mana saja yang ada
2. Konfigurasi Area 0 dulu (backbone)
3. Konfigurasi ABR — tulis dua network dengan area berbeda
4. Konfigurasi router di area non-backbone
5. Verifikasi: cek O IA muncul di routing table
6. Kalau ada EIGRP: redistribute eigrp [AS] subnets
7. Verifikasi: cek O E2 muncul

Kuis Pemahaman

Jawab tiga pertanyaan ini untuk mengecek sejauh mana kamu paham:

  1. Router R2 punya dua interface — satu terhubung ke Area 0, satu ke Area 10. Kalau di konfigurasi OSPF hanya ditulis network ... area 0 untuk kedua interface, apa yang terjadi? Apakah R2 masih menjadi ABR?

  2. Kamu menjalankan show ip route di R1 dan melihat baris O IA 172.16.20.0/24. Apa maksud kode O IA itu, dan dari mana route tersebut kemungkinan berasal?

  3. Seorang teman lupa menambahkan kata kunci subnets saat redistribusi EIGRP ke OSPF. Network 10.10.5.128/27 tidak muncul di routing table OSPF. Kenapa bisa begitu, dan bagaimana cara memperbaikinya?

Next