Instalasi Linux Ubuntu di VirtualBox

Updated on May 3, 2026

Gambaran besar dulu

Bayangkan kamu punya satu rumah (komputer fisikmu). Di dalam rumah itu, kamu bikin kamar kos tersendiri yang bisa diisi penghuni lain tanpa ganggu pemilik rumah. Nah, kamar kos itu adalah mesin virtual, dan Ubuntu adalah penghuni barunya.

Jadi yang akan kita lakukan hari ini:

  1. Nyalakan “kamar kos” yang sudah disiapkan di VirtualBox
  2. Pasang sistem operasi Ubuntu dari file ISO (anggap ISO sebagai DVD instalasi versi digital)
  3. Konfigurasi awal: bahasa, zona waktu, nama pengguna
  4. Pasang VirtualBox Guest Additions supaya Ubuntu bisa tampil lebih nyaman, layar bisa di-resize, dan bisa copy-paste bolak-balik antara Ubuntu dan Windows

Tidak ada data di laptop atau PC fisik kamu yang akan terganggu. Semua terjadi di dalam “kamar kos” virtual itu.


Prasyarat sebelum mulai

Pastikan ini semua sudah siap:

  • VirtualBox sudah terinstal di Windows (host)
  • File ISO Ubuntu sudah diunduh dari ubuntu.com, versi LTS minimal 22.04 (ukurannya sekitar 4-5 GB)
  • VM (mesin virtual) sudah dibuat dengan spesifikasi: RAM 2 GB, storage virtual 25 GB
  • ISO Ubuntu sudah dipasang di menu Storage pada VM tersebut

Kalau salah satu belum ada, selesaikan dulu sebelum lanjut. Jangan nekad mulai tanpa ISO terpasang, nanti VM cuma tampil layar hitam.


Langkah instalasi step-by-step

Langkah 1: Nyalakan VM

  • Buka VirtualBox
  • Klik nama VM Ubuntu yang sudah dibuat, lalu klik tombol Start
  • VM akan boot dari ISO. Tunggu beberapa detik sampai muncul layar dengan pilihan

Langkah 2: Masuk ke mode instalasi

  • Di layar pertama muncul pilihan. Pilih “Try or Install Ubuntu”
  • Ubuntu akan loading, muncul tampilan desktop sementara (ini bukan Ubuntu yang sudah terinstal, masih dari ISO)
  • Klik ikon “Install Ubuntu” yang ada di desktop

Langkah 3: Pilih bahasa dan keyboard

  • Pilih bahasa: boleh Indonesia atau English (disarankan English supaya pesan error lebih mudah dicari solusinya di internet)
  • Pilih layout keyboard: sesuaikan, biasanya English (US) sudah cukup
  • Untuk tipe instalasi, pilih Normal Installation, bukan Minimal. Minimal itu versi “hemat” yang tidak ada browser dan aplikasi dasar.

Langkah 4: Pilih tipe partisi disk

  • Di halaman “Installation type”, pilih “Erase disk and install Ubuntu”
  • Jangan panik dengan kata “Erase disk”. Ini yang dihapus adalah disk virtual (file .vdi di harddisk fisikmu), bukan harddisk asli laptop. Aman 100%.
  • Klik Install Now, lalu konfirmasi dengan Continue atau Write the changes to disk

Langkah 5: Zona waktu

  • Klik di peta atau ketik nama kota. Ketik Jakarta dan pilih Asia/Jakarta
  • Ini penting supaya jam di Ubuntu tidak kacau

Langkah 6: Isi data pengguna

Ini bagian yang perlu diperhatikan:

  • Your name: nama lengkap kamu
  • Your computer’s name: nama mesin, contoh ubuntu-lab. Tidak boleh ada spasi, gunakan tanda hubung kalau perlu
  • Username: nama akun untuk login, contoh siswa atau labtkj. Huruf kecil semua, tanpa spasi
  • Password: buat yang kuat, minimal kombinasi huruf dan angka
  • Centang “Require my password to log in” supaya VM aman

Langkah 7: Tunggu instalasi selesai

  • Proses instalasi berlangsung sekitar 5-15 menit tergantung spesifikasi komputer host
  • Kamu bisa melihat progress bar berjalan
  • Saat muncul notifikasi “Installation Complete”, klik Restart Now
  • VirtualBox akan minta kamu “remove installation medium”. Tekan Enter saja di keyboard

Langkah 8: Login ke Ubuntu

  • Setelah restart, muncul layar login
  • Klik username yang tadi dibuat, masukkan password
  • Tampil desktop Ubuntu. Instalasi berhasil.

Langkah 9: Instal VirtualBox Guest Additions

Ini bagian yang sering dilupakan siswa, padahal penting. Tanpa Guest Additions:

  • Layar Ubuntu tidak bisa di-resize (ukurannya kecil dan tidak bisa diperbesar)
  • Tidak bisa copy-paste antara Windows dan Ubuntu
  • Performa grafis lambat

Analoginya: Ubuntu sudah bisa jalan, tapi seperti mobil tanpa kaca spion dan AC. Guest Additions adalah aksesoris yang melengkapinya.

Langkah-langkahnya:

  1. Di jendela VirtualBox (bukan di dalam Ubuntu), klik menu Devices
  2. Pilih “Insert Guest Additions CD image…”
  3. Di dalam Ubuntu, akan muncul notifikasi ada CD yang baru terpasang. Klik Run kalau ada prompt otomatis.
  4. Kalau tidak muncul prompt otomatis, buka Terminal (tekan Ctrl+Alt+T)
  5. Ketik perintah berikut lalu tekan Enter:
sudo sh /media/$USER/VBox_GAs_*/VBoxLinuxAdditions.run

Penjelasan perintah ini:

  • sudo artinya “jalankan sebagai administrator” (seperti “Run as Administrator” di Windows)
  • sh artinya jalankan script/skrip
  • Sisanya adalah lokasi file instalasi di CD virtual tadi
  1. Masukkan password Ubuntu kamu saat diminta
  2. Tunggu proses selesai, lalu ketik sudo reboot atau klik menu restart

Setelah Guest Additions aktif

Aktifkan fitur clipboard dua arah:

  • Di menu VirtualBox: Devices > Shared Clipboard > Bidirectional

Sekarang layar bisa di-resize tinggal tarik pojok jendela, dan copy-paste antara Windows dan Ubuntu sudah bisa.


Jebakan umum yang sering terjadi

1. VM cuma tampil layar hitam saat Start Penyebab paling umum: ISO Ubuntu belum terpasang di Storage. Matikan VM, masuk ke Settings > Storage, pastikan file ISO terpasang di “Controller: IDE”.

2. Perintah Guest Additions gagal dengan “Permission denied” Lupa mengetik sudo di depan perintah. sudo itu wajib karena instalasi perlu akses administrator.

3. Nama path VBoxLinuxAdditions.run tidak ketemu Versi VirtualBox yang berbeda kadang beda nama foldernya. Kalau perintah tadi gagal, coba cek manual isinya dengan:

ls /media/$USER/

Lalu sesuaikan nama foldernya.

4. Layar tetap kecil setelah Guest Additions terinstal Pastikan sudah restart VM setelah instalasi selesai. Kalau sudah restart tapi masih kecil, coba masuk View > Auto-resize Guest Display dan centang pilihannya.

5. Password Ubuntu lupa Ini tidak bisa di-reset mudah. Solusi paling praktis di lab: hapus VM dan instal ulang. Makanya catat password di tempat yang aman.


Kuis pemahaman

  1. Apa fungsi VirtualBox Guest Additions, dan apa yang terjadi kalau tidak diinstal?

  2. Saat memilih “Erase disk and install Ubuntu”, apakah data di harddisk fisik laptop ikut terhapus? Jelaskan alasannya.

  3. Mengapa pada langkah instalasi tipe partisi kita memilih “Normal Installation”, bukan “Minimal Installation”?

Next