Konfigurasi Hotspot Server pada MikroTik

Updated on April 5, 2026

Gambaran besar dulu

Bayangkan kamu punya WiFi di rumah. Siapa saja yang tahu password WiFi-nya bisa langsung konek dan internetan. Masalahnya, kalau satu orang kasih password itu ke temannya, temannya kasih ke teman lagi… lama-lama WiFi kamu dipakai puluhan orang yang kamu nggak kenal.

Hotspot Server itu solusinya. Cara kerjanya mirip WiFi di kafe atau bandara: kamu konek ke WiFi-nya dulu (boleh tanpa password WiFi), tapi begitu buka browser, kamu dipaksa masuk ke halaman login. Di halaman itu kamu harus isi username dan password pribadi. Nggak punya akun? Nggak bisa internetan.

Jadi bedanya:

  • WiFi biasa: 1 password buat semua orang
  • WiFi + Hotspot Server: setiap orang punya username dan password sendiri-sendiri

Keuntungannya? Kamu bisa tahu siapa yang pakai jaringan, berapa lama mereka pakai, dan bisa membatasi akses per orang.

Syarat sebelum mulai

Sebelum konfigurasi Hotspot, pastikan kondisi router MikroTik kamu sudah begini:

  1. Interface wlan1 sudah aktif sebagai Access Point (mode AP Bridge, SSID sudah diset)
  2. IP Address di wlan1 sudah dikonfigurasi: 192.168.2.1/24
  3. Router sudah bisa akses internet (NAT masquerade via wlan1 sebagai koneksi ke ISP sudah jalan di lab kita, tapi ingat: di lab SMK kita, internet masuk lewat wlan1 mode station. Nah, untuk skenario Hotspot ini, wlan1 justru dipakai sebagai AP yang melayani client. Jadi pastikan topologinya sudah benar)
  4. DHCP Server di wlan1 sudah aktif

Satu hal yang perlu kamu tahu: wizard Hotspot Setup itu otomatis membuat DHCP Server baru. Kalau di interface wlan1 sudah ada DHCP Server dari konfigurasi sebelumnya, wizard akan mendeteksinya dan menyesuaikan. Tapi kalau sampai ada dua DHCP Server di satu interface yang saling bentrok, client bisa dapat IP yang kacau. Hati-hati di bagian ini.

Langkah konfigurasi

Langkah 1: Jalankan Hotspot Setup Wizard

Via CLI (Terminal/New Terminal di WinBox), ketik:

/ip hotspot setup

Via WinBox: buka menu IP > Hotspot > klik tombol “Hotspot Setup”.

Wizard ini akan menuntun kamu menjawab beberapa pertanyaan satu per satu. Anggap aja kayak isi formulir pendaftaran, tinggal jawab sesuai kebutuhan.

Langkah 2: Isi parameter wizard satu per satu

Wizard akan bertanya beberapa hal. Ini jawabannya untuk skenario lab kita:

hotspot interface: wlan1

Artinya: “Di interface mana Hotspot mau diaktifkan?” Jawab wlan1 karena itu interface WiFi yang melayani client.

local address of network: 192.168.2.1/24

Ini adalah IP gateway untuk jaringan hotspot. Pakai IP yang sudah terpasang di wlan1.

masquerade network: yes

Pilih yes. Ini supaya client hotspot bisa mengakses internet lewat NAT. Kalau pilih no, client cuma bisa akses jaringan lokal.

address pool of network: 192.168.2.2-192.168.2.50

Ini rentang IP yang akan dibagikan ke perangkat client. Rentang ini artinya maksimal 49 perangkat bisa terhubung secara bersamaan (dari .2 sampai .50).

select certificate: none

Untuk latihan, kita skip sertifikat SSL. Konsekuensinya: halaman login hotspot hanya bisa muncul lewat HTTP (bukan HTTPS). Nanti saat pengujian, coba buka website yang pakai HTTP, bukan HTTPS, supaya redirect ke halaman login berjalan lancar.

ip address of smtp server: 0.0.0.0

SMTP itu untuk email server. Kita nggak pakai, jadi isi 0.0.0.0 (artinya: kosong, skip).

dns servers: 8.8.8.8

DNS Server yang akan diberikan ke client. Pakai DNS Google (8.8.8.8) supaya gampang.

dns name: hotspot.local

Ini nama domain untuk halaman login hotspot. Nanti kalau client ketik hotspot.local di browser, yang muncul adalah halaman login. Kamu bebas ganti nama ini, misalnya wifi.sekolah atau login.smk.

Terakhir, wizard minta kamu bikin satu user pertama:

name of local hotspot user: admin
password for the user: 123456

User ini buat pengujian awal.

Kalau pakai CLI, tampilannya seperti ini secara lengkap:

[admin@MikroTik] > ip hotspot setup
Select interface to run HotSpot on
hotspot interface: wlan1
Set HotSpot address for interface
local address of network: 192.168.2.1/24
masquerade network: yes
Set pool for HotSpot addresses
address pool of network: 192.168.2.2-192.168.2.50
Select hotspot SSL certificate
select certificate: none
Select SMTP server
ip address of smtp server: 0.0.0.0
Setup DNS configuration
dns servers: 8.8.8.8
DNS name of local hotspot server
dns name: hotspot.local
Create local hotspot user
name of local hotspot user: admin
password for the user: 123456

Selesai. Hotspot Server sudah aktif.

Langkah 3: Tambah user hotspot

Satu user nggak cukup untuk lab. Tambahkan beberapa user lagi.

Via CLI:

/ip hotspot user add name=siswa1 password=123456
/ip hotspot user add name=siswa2 password=abcdef
/ip hotspot user add name=siswa3 password=qwerty

Via WinBox: buka IP > Hotspot > tab Users > klik tombol “+”. Isi Name dan Password, lalu klik OK.

Mau cek daftar semua user? Ketik:

/ip hotspot user print

Nanti keluar daftar seperti ini:

# NAME          PASSWORD   PROFILE
0 admin         123456     default
1 siswa1        123456     default
2 siswa2        abcdef     default
3 siswa3        qwerty     default

Perhatikan kolom PROFILE. Semua user pakai profil “default”. Profil ini punya parameter shared-users=1, artinya satu username hanya bisa dipakai oleh satu perangkat dalam waktu bersamaan. Kalau siswa1 sudah login di HP-nya, temannya nggak bisa login pakai akun siswa1 di laptop lain secara bersamaan.

Langkah 4: Pengujian dari sisi client

Ini bagian yang paling seru. Sekarang kamu jadi “pengguna WiFi kafe.”

  1. Hubungkan laptop atau HP ke SSID WiFi yang dipancarkan wlan1
  2. Pastikan laptop dapat IP otomatis (DHCP). Cek di Command Prompt dengan ipconfig — pastikan IP-nya ada di rentang 192.168.2.2 sampai 192.168.2.50
  3. Buka browser (Chrome, Firefox, dll)
  4. Ketik alamat website apa saja, misalnya http://example.com
  5. Browser akan otomatis dialihkan (redirect) ke halaman login hotspot. Yang muncul bukan website yang kamu tuju, tapi halaman login MikroTik dengan kolom username dan password
  6. Masukkan username: siswa1, password: 123456
  7. Kalau berhasil, muncul halaman status yang menampilkan IP Address kamu, username, uptime (berapa lama kamu sudah login), dan tombol “Log Off”
  8. Coba buka website lain — sekarang sudah bisa akses internet

Kalau mau logout, klik tombol Log Off di halaman status. Atau ketik hotspot.local di browser untuk memunculkan halaman status/login lagi.

Langkah 5: Monitoring dari sisi admin

Sekarang balik ke router, lihat siapa saja yang sedang pakai jaringan.

Via WinBox: buka IP > Hotspot > tab Active

Di sini terlihat daftar user yang sedang login: username-nya, IP Address, MAC Address perangkatnya, dan sudah berapa lama mereka online (uptime).

Via CLI:

/ip hotspot active print

Contoh output:

# SERVER    USER    ADDRESS        MAC-ADDRESS        UPTIME
0 hotspot1  siswa1  192.168.2.5    E8:BB:A8:20:F3:87  5m30s

Tab Hosts (IP > Hotspot > tab Hosts) menampilkan semua perangkat yang terhubung ke jaringan — termasuk yang belum login. Jadi kalau ada HP yang konek WiFi tapi belum masukkan username/password, perangkat itu tetap muncul di Hosts tapi nggak muncul di Active.

Via CLI:

/ip hotspot host print

Yang sering bikin salah

  1. Halaman login nggak muncul. Ini biasanya karena kamu buka website HTTPS (misalnya https://google.com). Hotspot tanpa sertifikat SSL nggak bisa melakukan redirect pada koneksi HTTPS. Solusinya: coba buka website HTTP biasa, atau langsung ketik hotspot.local di browser.
  2. DHCP bentrok. Kalau sebelum menjalankan Hotspot Setup sudah ada DHCP Server di wlan1, kadang terjadi konflik. Cek di IP > DHCP Server — pastikan nggak ada dua DHCP Server yang melayani interface yang sama dengan pool yang tumpang tindih.
  3. User nggak bisa login bersamaan. Itu karena profil default membatasi shared-users=1. Kalau mau satu akun dipakai banyak orang (misalnya akun “tamu” untuk 20 orang), kamu harus bikin User Profile baru dengan shared-users=20, lalu assign user ke profil itu.
  4. Halaman login hilang setelah restore konfigurasi. File-file HTML halaman login hotspot (yang tersimpan di folder hotspot/ di disk router) tidak ikut tersimpan saat kamu backup atau export konfigurasi. Kamu harus backup file-file itu secara terpisah lewat menu Files di WinBox, lalu copy manual ke komputer.
  5. Lupa bahwa Hotspot bukan cuma untuk WiFi. Hotspot Server bisa juga diaktifkan di interface kabel (misalnya ether2). Jadi kalau suatu hari kamu diminta bikin jaringan kabel yang pakai login, caranya sama persis — tinggal ganti interface-nya waktu setup.

Ringkasan alur proses

Dari sisi user, prosesnya begini:

  1. Perangkat konek ke WiFi → dapat IP dari DHCP → masuk ke tabel Hosts (tapi belum bisa internetan)
  2. User buka browser → otomatis diarahkan ke halaman login
  3. User isi username + password → kalau valid, masuk ke tabel Active → bisa internetan
  4. User klik Log Off → keluar dari tabel Active → balik ke kondisi “terhubung tapi nggak bisa internet”

Kuis pemahaman

  1. Saat menjalankan Hotspot Setup wizard, ada parameter masquerade network. Apa yang terjadi kalau kamu pilih no pada parameter ini?
  2. Seorang siswa konek ke WiFi hotspot dan sudah dapat IP Address 192.168.2.10, tapi saat buka browser dia langsung bisa akses internet tanpa diminta login. Apa kemungkinan penyebabnya?
  3. Pak Deni ingin membuat satu akun “tamu” yang bisa dipakai oleh 30 siswa secara bersamaan. Apa yang harus dia konfigurasi agar ini bisa berjalan? (Petunjuk: jawabannya berhubungan dengan User Profile)

Next