Backup, Restore, dan Upgrade RouterOS MikroTik

Updated on April 28, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangkan kamu sudah capek-capek bangun konfigurasi router selama beberapa jam, lalu tiba-tiba listrik mati, router rusak, atau kamu tidak sengaja salah pencet reset. Semua hilang. Harus mulai dari nol.

Nah, backup dan restore itu seperti tombol “simpan game” di PS/Xbox. Kamu simpan progress-mu, dan kalau ada masalah tinggal load ulang. Sedangkan upgrade RouterOS itu seperti update aplikasi di HP — supaya bug lama diperbaiki dan fitur baru bisa dipakai.

Ada dua metode backup di MikroTik:

  • Binary backup (.backup) — format terenkripsi, tidak bisa dibaca manusia, untuk dikembalikan ke router yang sama
  • Export script (.rsc) — format teks biasa, bisa dibuka di Notepad, lebih fleksibel

Bagian 1: Backup Binary

Ini cara backup paling mudah dan lengkap.

Via CLI:

[admin@MikroTik] > system backup save name=backup-full-2024 password=rahasia123
  • name= adalah nama file yang akan tersimpan
  • password= untuk mengunci file supaya tidak bisa dipakai sembarangan orang

Via WinBox:

  • Buka menu Files
  • Klik tombol Backup
  • Isi nama file dan password
  • Klik Backup

File dengan ekstensi .backup akan muncul di daftar Files.

Jangan lupa: setelah file terbuat, drag-and-drop ke laptopmu. Kalau router rusak atau flash-nya bermasalah, file yang cuma ada di dalam router ya ikut hilang.


Bagian 2: Restore dari Backup

Via CLI:

[admin@MikroTik] > system backup load name=backup-full-2024 password=rahasia123
Restore and reboot? [y/N]: y

Setelah restore, router otomatis reboot. Ini normal. Tunggu sampai hidup kembali.

Via WinBox:

  • Kalau file backup-nya ada di laptop, drag-and-drop dulu ke menu Files
  • Pilih file .backup di daftar
  • Klik tombol Restore
  • Masukkan password yang sama saat backup
  • Klik Restore, pilih Yes saat diminta reboot

Jebakan umum:

  • Password saat restore harus sama persis dengan password saat backup. Beda satu huruf saja, proses restore gagal
  • Backup dari RB951 tidak selalu kompatibel 100% ke RB1100. Kalau beda model router, kadang perlu penyesuaian urutan interface setelah restore

Bagian 3: Export ke Script Teks

Export menghasilkan file .rsc — isinya perintah-perintah CLI yang bisa dibaca dan diedit di Notepad.

Via CLI:

[admin@MikroTik] > export file=export-config-2024

Bedanya dengan backup binary:

  • File .rsc tidak terenkripsi — siapa saja bisa baca isinya
  • Bisa di-export per-bagian, misalnya hanya konfigurasi firewall saja: /ip firewall export file=backup-firewall
  • Import tidak perlu reboot

Kapan pakai export? Ketika kamu ingin melihat detail konfigurasi yang sudah dibuat, atau ingin menyalin sebagian konfigurasi ke router lain.


Bagian 4: Import Script

[admin@MikroTik] > import file-name=export-config-2024.rsc

Sebaiknya lakukan reset konfigurasi dulu sebelum import, supaya tidak ada konflik dengan konfigurasi yang sudah ada. Setelah import, tidak perlu reboot.


Bagian 5: Upgrade RouterOS

Ini seperti update OS HP-mu. Ada perbaikan bug, tambahan fitur, dan penutupan celah keamanan.

Langkah-langkahnya:

  1. Cek dulu arsitektur router kamu via CLI:

    [admin@MikroTik] > system resource print

    Lihat baris architecture-name. Misalnya hasilnya mipsbe.

  2. Unduh file .npk yang sesuai dari https://mikrotik.com/download. Pastikan nama file-nya cocok dengan arsitektur — kalau mipsbe, pilih file yang ada tulisan mipsbe di namanya.

  3. Drag-and-drop file .npk ke menu Files di WinBox.

  4. Reboot router:

    [admin@MikroTik] > system reboot
    Reboot, yes? [y/N]: y
  5. Setelah hidup kembali, verifikasi:

    [admin@MikroTik] > system resource print

    Cek baris version. Kalau sudah berubah ke versi baru, upgrade berhasil.

Jebakan umum:

  • Salah arsitektur adalah kesalahan paling sering. File untuk x86 tidak bisa dipasang di router mipsbe, dan sebaliknya
  • Kalau upgrade berhasil, file .npk tidak akan terlihat lagi di menu Files — itu tanda sukses
  • Backup dulu sebelum upgrade. Selalu. Ini wajib

Satu Hal yang Sering Terlupakan

File backup binary (.backup) tidak menyimpan halaman login Hotspot. Halaman login Hotspot disimpan terpisah dalam folder hotspot di menu Files. Kalau kamu sudah kustomisasi tampilan login page Hotspot, folder itu harus di-drag-and-drop ke laptop secara manual, terpisah dari file .backup.


Kuis Pemahaman

  1. Kamu diminta mem-backup router dan memberikan file-nya ke teknisi lain untuk di-restore di router yang berbeda merek tapi masih MikroTik. Mana metode yang lebih aman dipilih, backup binary atau export script, dan mengapa?

  2. Seorang teman berhasil membuat file backup, tapi saat restore dia mendapat pesan error dan proses gagal. Apa kemungkinan penyebabnya?

  3. Kamu hendak upgrade RouterOS dari versi 6.39 ke 6.49. Setelah mengunduh file dari mikrotik.com, kamu upload ke Files dan reboot. Setelah router hidup kembali, versi masih menunjukkan 6.39. Apa yang perlu kamu periksa pertama kali?

Next