Instalasi VirtualBox dan Konfigurasi Virtual Machine

Updated on April 26, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangkan kamu punya satu unit kontrakan, tapi kamu mau pisah-pisah jadi beberapa kamar kos yang bisa dihuni orang berbeda secara bersamaan. Setiap penghuni punya kamar sendiri, kunci sendiri, dan merasa punya “rumah” sendiri, padahal bangunannya satu.

Itu persis cara kerja virtualisasi di komputer.

Komputer fisik kamu (yang nyata, ada hardware-nya) itu disebut Host. Di dalam Host itu, kamu bisa menjalankan satu atau beberapa Virtual Machine (VM), yaitu komputer tiruan yang dibuat dari software. Setiap VM merasa punya CPU, RAM, dan harddisk sendiri, padahal semuanya “pinjam” dari Host.

VirtualBox adalah aplikasi gratis dari Oracle yang bertugas jadi “pembangun kamar kos” tadi.


Prasyarat Sebelum Mulai

Sebelum install apapun, pastikan dulu PC-mu lolos cek ini:

  • RAM minimal 4 GB (idealnya 8 GB)
  • Storage kosong minimal 50 GB
  • Prosesor mendukung fitur virtualisasi: Intel punya namanya VT-x, AMD namanya AMD-V

Fitur VT-x/AMD-V ini seperti “izin bangunan” dari prosesormu, tanpa ini, VirtualBox tidak bisa bekerja.


Langkah-langkah

Langkah 1: Aktifkan virtualisasi di BIOS

BIOS adalah program yang jalan pertama kali saat komputermu dinyalakan, sebelum Windows muncul. Ibaratnya satpam yang periksa semua perangkat dulu sebelum membukakan pintu ke sistem operasi.

  • Restart komputer
  • Saat layar hitam pertama muncul, tekan tombol masuk BIOS (biasanya Del, F2, atau F10, tiap merek beda)
  • Cari menu CPU atau Advanced
  • Temukan opsi “Intel Virtualization Technology” (Intel) atau “SVM Mode” (AMD)
  • Ubah ke posisi Enabled
  • Tekan F10 untuk Save & Exit

Kalau di langkah ini kamu gagal masuk BIOS karena terlalu cepat, coba restart lagi dan tekan tombolnya lebih cepat sejak layar pertama menyala.

Langkah 2: Install VirtualBox

  • Unduh installer dari virtualbox.org
  • Klik dua kali file installer-nya
  • Klik Next di tiap halaman, biarkan pengaturan defaultnya
  • Saat muncul peringatan soal VirtualBox Host-Only Networking, ini normal. Artinya koneksi internet akan putus sebentar selama proses install driver jaringan. Klik Yes untuk lanjut
  • Di halaman terakhir, centang “Start Oracle VM VirtualBox after installation” lalu klik Finish

Langkah 3: Buat VM baru

Setelah VirtualBox terbuka, klik tombol New di pojok kiri atas.

  • Nama: ketik nama bebas, misal Win10-Test
  • Type: pilih Microsoft Windows
  • Version: pilih Windows 10 (64-bit)
  • Klik Next

Langkah 4: Alokasi RAM

Di sini kamu menentukan berapa banyak RAM Host yang “dipinjamkan” ke VM.

Aturannya sederhana: jangan lebih dari 50% total RAM Host.

Kalau RAM-mu 8 GB, kasih VM maksimal 4 GB. Kalau cuma 4 GB, kasih 2 GB (2048 MB).

Kenapa dibatasi? Karena Host juga butuh RAM untuk tetap jalan. Kalau RAM Host habis, komputer jadi lambat parah, bahkan bisa hang.

Untuk Windows 10 Guest, minimal 2048 MB sudah cukup.

Langkah 5: Buat Virtual Hard Disk

Hard disk virtual ini adalah file di komputer Host yang berfungsi seolah-olah harddisk nyata bagi VM.

  • Pilih Create a virtual hard disk now
  • Format: pilih VDI (VirtualBox Disk Image), ini format bawaan VirtualBox
  • Tipe alokasi: pilih Dynamically allocated

Dynamically allocated artinya file VDI-nya tidak langsung sebesar ukuran yang kamu tentukan. Kalau kamu set 50 GB, file-nya awalnya kecil dulu dan membesar sesuai data yang masuk. Ini menghemat ruang storage Host.

  • Ukuran: set 32–50 GB, lalu klik Create

Langkah 6: Atur CPU dan Video Memory

Setelah VM terbuat, masuk ke Settings VM tersebut.

  • Masuk ke tab System → Processor: tambah jumlah CPU ke 2 kalau CPU Host-mu punya cukup core
  • Masuk ke tab Display: naikkan Video Memory ke 128 MB agar tampilan VM lebih lancar

Langkah 7: Atur Network

Ini bagian yang sering bikin bingung. VirtualBox punya beberapa mode jaringan, dan kamu butuh dua adapter:

Adapter 1 – NAT: Ini mode default. VM bisa akses internet melalui koneksi internet Host, tapi Host tidak bisa langsung “menyentuh” VM dari sisi jaringan. Ibaratnya VM bersembunyi di balik tembok, bisa keluar tapi susah dicari dari luar.

Adapter 2 – Host-only Adapter: Ini membuat VM dan Host bisa saling berkomunikasi lewat jaringan virtual internal. Cocok untuk praktikum konfigurasi IP, file sharing, atau simulasi server.

Cara aktifkan Adapter 2: Settings → Network → tab Adapter 2 → centang Enable Network Adapter → pilih Host-only Adapter.

Langkah 8: Pasang file ISO

ISO adalah file installer sistem operasi yang sudah dikemas jadi satu file — seperti DVD installer tapi dalam bentuk digital.

  • Settings → Storage
  • Klik ikon CD yang kosong (ada tulisan “Empty” di bawahnya)
  • Klik ikon CD kecil di kanan, lalu pilih Choose a disk file
  • Arahkan ke file ISO Windows 10 yang sudah kamu siapkan
  • Klik OK

VM sekarang siap. Klik Start untuk menyalakan VM dan proses instalasi Windows di dalam VirtualBox pun dimulai.


Jebakan Umum yang Sering Terjadi

VirtualBox error saat Start: “VT-x is disabled in BIOS” Artinya virtualisasi di BIOS belum diaktifkan. Kembali ke Langkah 1.

VM jalan tapi sangat lambat Kemungkinan RAM yang dialokasikan terlalu kecil, atau Host sudah kehabisan RAM. Tutup aplikasi lain di Host sebelum menjalankan VM.

Adapter 2 tidak muncul pilihannya VirtualBox Host-Only network adapter belum terpasang. Masuk ke VirtualBox → File → Host Network Manager → buat adapter baru di sana dulu.

Layar VM gelap setelah install Video Memory masih default 16 MB. Matikan VM, naikkan Video Memory ke 128 MB di Settings → Display, lalu nyalakan lagi.


Kuis Singkat

  1. Apa nama fitur di prosesor yang harus diaktifkan di BIOS agar VirtualBox bisa bekerja? Sebutkan nama untuk Intel dan AMD!

  2. Sebuah PC Host punya RAM 8 GB. Berapa RAM maksimal yang boleh dialokasikan ke VM, dan kenapa tidak boleh lebih dari itu?

  3. Apa perbedaan fungsi Adapter 1 (NAT) dan Adapter 2 (Host-only Adapter) pada konfigurasi network VM?

Next