Mengenal Model OSI Layer dan TCP/IP

Updated on April 5, 2026

Gambaran Besar

Coba bayangkan kamu kirim paket lewat JNE. Barang kamu nggak langsung terbang dari tangan kamu ke tangan penerima, kan? Ada proses: barang dibungkus, dikasih label alamat, dimasukkan ke truk, truk jalan lewat jalan raya, sampai di gudang tujuan, dibongkar, lalu diantar ke rumah penerima.

Nah, komputer juga begitu waktu kirim data. Data nggak langsung “nyebrang” dari satu komputer ke komputer lain. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Tahapan ini yang disebut “layer” atau lapisan.

Ada dua model yang menjelaskan tahapan ini:

  • OSI Model: punya 7 lapisan. Ini model teori, seperti “buku pelajaran” yang menjelaskan idealnya gimana.
  • TCP/IP Model: punya 4 lapisan. Ini model praktis yang benar-benar dipakai di internet sehari-hari.

Kenapa perlu tahu dua-duanya? Karena kalau kamu kerja di dunia jaringan, orang-orang akan nyebut istilah dari kedua model ini bergantian. Vendor perangkat, dokumentasi teknis, soal ujian sertifikasi, semuanya campur pakai keduanya.


7 Layer OSI: Dari Bawah ke Atas

Urutan layer OSI itu dari bawah (layer 1) ke atas (layer 7). Hafalkan dari bawah ke atas karena data mengalir dari atas ke bawah waktu dikirim, dan dari bawah ke atas waktu diterima.

Trik hafalan: “Please Do Not Throw Sausage Pizza Away” Ambil huruf depan setiap kata: P-D-N-T-S-P-A, cocokkan dengan Physical, Data Link, Network, Transport, Session, Presentation, Application.

Sekarang kita bahas satu per satu. Saya jelaskan pakai analogi sistem pengiriman paket biar gampang nempel di kepala.


Layer 1 — Physical (Fisik)

Ini lapisan paling bawah. Urusannya cuma satu: sinyal mentah.

Kalau disamakan dengan pengiriman paket, layer ini adalah jalan raya-nya. Nggak peduli isi paketnya apa, nggak peduli mau ke mana, layer ini cuma ngurusin “jalur fisik yang dilalui.”

Yang termasuk layer ini:

  • Kabel UTP (kabel LAN yang biasa kamu colok ke komputer)
  • Kabel fiber optik (pakai cahaya, bukan listrik)
  • Sinyal WiFi (gelombang radio)
  • Konektor RJ-45 (kepala kabel LAN)

Perangkat yang kerja di layer ini:

  • Hub: alat yang cuma “nyebarin” sinyal ke semua port. Kayak toa masjid, semua orang denger, mau butuh apa nggak.
  • Repeater: alat yang memperkuat sinyal supaya bisa jalan lebih jauh. Bayangin kayak stasiun penguat sinyal TV.

Satuan data di layer ini: bit (angka 0 dan 1, bentuk paling dasar dari data digital).


Naik satu tingkat. Kalau layer 1 itu jalan rayanya, layer 2 ini alamat rumah di kompleks perumahan-nya.

Layer ini bertanggung jawab supaya data bisa sampai ke perangkat yang tepat dalam satu jaringan lokal (LAN). Caranya? Pakai yang namanya MAC Address.

MAC Address itu alamat fisik yang tertanam di setiap kartu jaringan (NIC). Formatnya kayak gini: AA:BB:CC:DD:EE:FF. Setiap perangkat di dunia punya MAC Address yang unik, nggak ada yang sama. Anggap ini seperti nomor KTP buat kartu jaringan.

Yang termasuk layer ini:

  • Frame: data yang sudah dibungkus dengan informasi MAC Address pengirim dan penerima
  • Switch: alat yang lebih pintar dari Hub. Switch bisa baca MAC Address dan kirim data cuma ke port yang dituju, bukan ke semua port. Kalau Hub itu toa masjid, Switch itu kurir yang tahu persis rumah mana yang dituju.
  • Bridge: fungsinya mirip Switch tapi lebih sederhana, menghubungkan dua segmen jaringan.

Satuan data di layer ini: frame.


Layer 3 — Network

Ini layer yang paling sering kamu dengar kalau belajar jaringan. Layer ini ngurusin pengalamatan logis dan routing (penentuan rute).

Kalau layer 2 itu alamat rumah di satu kompleks, layer 3 ini sistem kode pos dan navigasi antar kota. Dia yang menentukan data harus lewat rute mana supaya sampai dari jaringan A ke jaringan B.

Yang termasuk layer ini:

  • IP Address: alamat logis yang bisa diatur dan diubah (beda sama MAC Address yang permanen). Contoh: 192.168.1.1
  • Packet: data yang sudah dibungkus dengan informasi IP Address pengirim dan tujuan
  • Router: perangkat yang kerjanya menghubungkan jaringan berbeda dan menentukan jalur terbaik buat data. MikroTik RouterBoard yang biasa kamu pakai di lab itu ya ini.

Satuan data di layer ini: packet.

Satu hal yang sering bikin bingung: apa bedanya MAC Address sama IP Address? Gampangnya gini. MAC Address itu nomor KTP, nggak berubah dan melekat di perangkat. IP Address itu alamat rumah, bisa pindah-pindah tergantung kamu tinggal di mana (jaringan mana).


Layer 4 — Transport

Layer ini ngurusin cara pengiriman data. Ada dua pilihan utama:

TCP (Transmission Control Protocol): pengiriman yang reliable alias bisa diandalkan. Sebelum kirim data, pengirim dan penerima “jabat tangan” dulu (3-way handshake: SYN → SYN-ACK → ACK). Kalau ada data yang hilang di jalan, dikirim ulang. Ini kayak kirim paket pakai JNE dengan resi dan asuransi.

UDP (User Datagram Protocol): pengiriman yang cepat tapi nggak ada jaminan sampai. Nggak ada jabat tangan, nggak ada pengiriman ulang. Ini kayak teriak dari jendela ke tetangga sebelah: cepat, tapi kalau dia nggak denger ya sudah. UDP dipakai buat streaming video, game online, DNS query, hal-hal yang butuh kecepatan dan nggak masalah kalau sesekali ada data hilang.

Satuan data di layer ini: segment.

Layer ini juga punya konsep namanya port number. Port itu kayak nomor kamar di hotel. IP Address itu alamat hotelnya, port number itu kamar mana yang dituju. Contoh: port 80 buat HTTP (web biasa), port 443 buat HTTPS (web yang aman), port 53 buat DNS.


Layer 5 — Session

Layer ini mengatur sesi komunikasi antar komputer. Tugasnya buka, jaga, dan tutup sesi.

Analogi gampangnya: waktu kamu teleponan, ada proses “halo” (buka sesi), ngobrol (sesi berjalan), dan “ya sudah, bye” (tutup sesi). Layer 5 yang ngurusin ini.

Dalam praktik sehari-hari sebagai teknisi jaringan, kamu jarang banget bersentuhan langsung dengan layer ini. Tapi perlu tahu buat ujian dan buat paham gambaran besarnya.


Layer 6 — Presentation

Layer ini ngurusin format data. Tugasnya memastikan data yang dikirim bisa dibaca oleh penerima, meskipun pengirim dan penerima pakai sistem yang beda.

Contoh kerja layer ini:

  • Enkripsi dan dekripsi (mengacak data biar aman, lalu membuka acakannya di sisi penerima)
  • Kompresi data (mengecilkan ukuran data biar lebih cepat dikirim)
  • Konversi format (misalnya dari JPEG ke format yang bisa ditampilkan aplikasi)

Sama kayak layer 5, di kerjaan sehari-hari teknisi jaringan kamu jarang utak-atik layer ini secara langsung.


Layer 7 — Application

Ini lapisan paling atas. Layer yang langsung bersentuhan dengan pengguna (kamu).

Waktu kamu buka browser dan ketik alamat website, itu layer 7. Waktu kamu buka email, itu layer 7. Waktu kamu download file lewat FTP, itu layer 7.

Protokol yang kerja di layer ini:

  • HTTP/HTTPS: buat browsing web
  • FTP: buat transfer file
  • SMTP: buat kirim email
  • DNS: buat menerjemahkan nama domain (kayak google.com) jadi IP Address
  • DHCP: buat membagikan IP Address otomatis ke perangkat di jaringan

Jangan salah paham: layer 7 bukan aplikasinya sendiri (bukan Chrome, bukan Outlook). Layer 7 itu protokol yang dipakai oleh aplikasi tersebut untuk berkomunikasi.


Ringkasan 3 Layer Terbawah (Yang Paling Sering Kamu Pakai)

Dari ketujuh layer itu, tiga layer terbawah adalah yang paling sering kamu utak-atik kalau kerja sebagai teknisi jaringan:

Layer Urusan Perangkat Alamat
1 – Physical Sinyal, kabel, konektor Hub, Repeater Nggak ada (cuma sinyal)
2 – Data Link Komunikasi dalam satu jaringan lokal Switch, Bridge MAC Address
3 – Network Komunikasi antar jaringan berbeda Router IP Address

Waktu kamu troubleshooting jaringan nanti, urutan pengecekan biasanya dari bawah ke atas juga: kabelnya bener nggak (layer 1)? Lampu indikator di switch nyala nggak (layer 2)? IP Address-nya sudah bener belum (layer 3)?


Model TCP/IP: Versi Ringkasnya

TCP/IP itu model yang lebih simpel, cuma 4 lapisan. Sebetulnya ini “penggabungan” dari beberapa layer OSI:

Layer TCP/IP Layer OSI yang digabung Contoh
Network Interface (atau Link) Physical + Data Link (Layer 1+2) Kabel, Switch, MAC Address, Ethernet
Internet Network (Layer 3) IP Address, Router, ICMP
Transport Transport (Layer 4) TCP, UDP, port number
Application Session + Presentation + Application (Layer 5+6+7) HTTP, FTP, DNS, SMTP

Kenapa TCP/IP cuma 4 layer? Karena di praktiknya, pemisahan layer 5, 6, dan 7 itu nggak selalu jelas batasnya. Banyak protokol yang tugasnya nyampur-nyampur. Jadi model TCP/IP menyederhanakan bagian itu jadi satu layer “Application.”

Model OSI itu lebih cocok buat belajar dan memahami konsep. Model TCP/IP lebih cocok buat menggambarkan apa yang terjadi di dunia nyata.


Enkapsulasi: Proses “Membungkus” Data

Ini konsep yang wajib kamu pahami karena sering muncul di ujian dan penting buat ngerti cara kerja jaringan secara utuh.

Bayangin kamu mau kirim surat. Prosesnya:

  1. Kamu tulis isi suratnya (data)
  2. Surat dilipat dan dimasukkan amplop, dikasih alamat penerima dan pengirim (segment, di layer Transport)
  3. Amplop dimasukkan ke amplop yang lebih besar, dikasih kode pos dan kota tujuan (packet, di layer Network)
  4. Paket besar itu dikasih label pengiriman dengan barcode (frame, di layer Data Link)
  5. Paket fisiknya diangkut lewat truk (bits, di layer Physical)

Proses ini namanya enkapsulasi (dari atas ke bawah, dari data jadi bits). Setiap layer menambahkan “header” sendiri di depan data.

Proses sebaliknya namanya de-enkapsulasi. Waktu data sampai di komputer tujuan, setiap layer membuka “bungkusnya” satu per satu dari bawah ke atas, sampai akhirnya tersisa data asli yang bisa dibaca aplikasi.

Urutan satuan data (dari atas ke bawah):

Data → Segment → Packet → Frame → Bits

Trik hafalan: “Di Sini Pak Firman Bicara” (Data, Segment, Packet, Frame, Bits).


Melihat Enkapsulasi Pakai Wireshark (Kalau Ada)

Wireshark itu aplikasi gratis yang bisa “menangkap” lalu lintas data di jaringan kamu dan memperlihatkan isinya. Kalau ada komputer di lab yang sudah terinstal Wireshark, coba langkah ini:

  1. Buka Wireshark, pilih interface yang aktif (biasanya Ethernet atau WiFi)
  2. Klik tombol Start Capture (ikon sirip hiu biru)
  3. Buka browser, akses sembarang website, misalnya example.com
  4. Kembali ke Wireshark, stop capture
  5. Sekarang lihat daftar paket yang tertangkap

Yang bakal kamu lihat:

  • Ada baris-baris bertuliskan DNS (port 53, pakai UDP): ini browser kamu nanya “IP Address dari example.com itu berapa?”
  • Ada baris-baris bertuliskan TCP dengan info SYN, SYN-ACK, ACK: ini proses jabat tangan tiga langkah sebelum transfer data dimulai
  • Ada baris bertuliskan HTTP atau TLS: ini permintaan halaman web-nya

Klik salah satu baris. Di panel bawah, kamu bisa lihat data itu dibedah per layer:

  • Ethernet II (layer 2, ada MAC Address)
  • Internet Protocol (layer 3, ada IP Address)
  • Transmission Control Protocol (layer 4, ada port number)
  • Data aplikasi (layer 7)

Itu enkapsulasi yang tadi kita bahas, cuma sekarang kamu bisa lihat langsung di layar. Keren, kan?


Tabel Ringkasan Lengkap

Layer OSI Nama Layer TCP/IP Fungsi Satuan Data Perangkat Contoh Protokol
7 Application Application Antarmuka ke pengguna Data HTTP, FTP, DNS, SMTP, DHCP
6 Presentation Application Format, enkripsi, kompresi Data SSL/TLS, JPEG, ASCII
5 Session Application Kelola sesi komunikasi Data NetBIOS, RPC
4 Transport Transport Cara pengiriman (reliable/unreliable) Segment TCP, UDP
3 Network Internet Pengalamatan logis, routing Packet Router IP, ICMP, ARP
2 Data Link Network Interface Komunikasi di jaringan lokal Frame Switch, Bridge Ethernet, WiFi (802.11)
1 Physical Network Interface Sinyal fisik Bit Hub, Repeater Kabel UTP, Fiber Optik

Jebakan Umum yang Sering Bikin Salah

1. Kebalik urutan layer. Banyak siswa hafal dari atas ke bawah (Application dulu). Ini bikin bingung waktu disuruh jelaskan enkapsulasi. Biasakan hafal dari bawah: Physical dulu.

2. Menganggap Switch dan Router itu sama. Switch kerja di layer 2 (pakai MAC Address, dalam satu jaringan). Router kerja di layer 3 (pakai IP Address, antar jaringan beda). Ini beda fungsi, beda layer.

3. Bingung bedanya TCP dan UDP. Ingat aja: TCP itu kayak telepon (harus nyambung dulu baru ngobrol, kalau putus bisa sambung lagi). UDP itu kayak radio FM (siaran terus, nggak peduli ada yang dengerin atau nggak).

4. Mengira layer 7 itu aplikasinya. Chrome bukan layer 7. Layer 7 itu HTTP yang dipakai oleh Chrome. Layer 7 itu protokolnya, bukan software-nya.

5. Lupa bahwa model TCP/IP dan OSI itu bukan saingan. Keduanya menjelaskan hal yang sama dari sudut pandang berbeda. OSI lebih detail (7 layer), TCP/IP lebih praktis (4 layer). Dua-duanya perlu kamu kuasai.


Kuis Pemahaman

Jawab tiga pertanyaan ini tanpa lihat catatan:

  1. Kamu colok kabel LAN ke laptop tapi lampu indikator di port Switch nggak nyala sama sekali. Masalah ini terjadi di layer berapa? Kenapa kamu bisa menyimpulkan itu?
  2. Sebutkan perbedaan utama TCP dan UDP. Kalau kamu sedang video call lewat Zoom, menurut kamu protokol mana yang lebih banyak dipakai untuk streaming videonya, TCP atau UDP? Jelaskan alasannya.
  3. Di model TCP/IP, layer “Application” itu gabungan dari layer berapa saja di model OSI? Sebutkan nama-nama layer OSI yang digabung.

Next