Per Connection Queue (PCQ) MikroTik

Updated on May 3, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangkan warung makan dengan satu loket nasi. Kalau ada 5 orang antri, masing-masing dapat satu porsi. Kalau cuma ada 2 orang, masing-masing bisa dapat lebih banyak. Pemilik warung tidak perlu menghitung ulang — porsi dibagi rata otomatis sesuai jumlah yang antri.

Nah, PCQ itu persis seperti itu. Bandwidth dibagi rata ke semua user yang aktif, secara otomatis, tanpa kamu perlu tahu ada berapa user.

Ini beda banget dengan Simple Queue biasa. Kalau Simple Queue biasa, kamu harus tahu dulu ada berapa user, lalu buat queue satu per satu untuk tiap IP. 20 user = 20 baris konfigurasi. Ribet. PCQ menghilangkan masalah itu.


Konsep PCQ dalam 2 Menit

PCQ singkatan dari Per Connection Queue. Cara kerjanya:

  • Router menghitung berapa user yang lagi aktif menggunakan internet
  • Total bandwidth dibagi rata ke semua user itu
  • Kalau ada user baru masuk, jatah semua dikurangi otomatis
  • Kalau ada user yang selesai, jatah sisanya naik otomatis

Contoh angka nyata dengan bandwidth 10Mbps:

Jumlah user aktif Jatah per user
1 user 10 Mbps
2 user 5 Mbps
5 user 2 Mbps
10 user 1 Mbps
20 user 500 Kbps

Router yang ngitung, bukan kamu.


Persiapan Sebelum Mulai

Pastikan ini sudah ada:

  • Router MikroTik sudah bisa akses internet (Internet Gateway sudah jalan)
  • DHCP Server sudah aktif, client sudah dapat IP dari range 192.168.1.0/24
  • Kamu sudah login ke WinBox atau bisa akses CLI

Langkah Implementasi

Langkah 1: Buat Queue Type PCQ untuk Download

Queue type adalah “resep” cara bagi bandwidth. Kita buat dulu resepnya, baru nanti dipakai.

/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-rate=0 pcq-classifier=dst-address

Penjelasan parameter:

  • name=pcq-download — nama bebas, tapi buat yang jelas
  • kind=pcq — jenis queue-nya PCQ
  • pcq-rate=0 — angka 0 artinya bagi rata otomatis (bukan nol = tidak ada)
  • pcq-classifier=dst-address — router membedakan user berdasarkan IP tujuan (destination). Cocok untuk aturan download karena paket datang menuju IP client.

Langkah 2: Buat Queue Type PCQ untuk Upload

/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-rate=0 pcq-classifier=src-address

Bedanya cuma di pcq-classifier=src-address — untuk upload, router membedakan user dari IP asal (source), yaitu IP client yang lagi kirim data.

Kenapa harus dua? Karena arah internet itu dua jalur: data masuk (download) dan data keluar (upload). Masing-masing perlu aturan sendiri.

Langkah 3: Buat Simple Queue yang Pakai PCQ

Ini yang menyatukan semuanya:

/queue simple add name=Total-BW target=192.168.1.0/24 max-limit=10M/10M queue=pcq-upload/pcq-download

Penjelasan:

  • name=Total-BW — nama queue ini
  • target=192.168.1.0/24 — berlaku untuk semua client di jaringan ini
  • max-limit=10M/10M — total bandwidth yang tersedia: 10Mbps upload / 10Mbps download
  • queue=pcq-upload/pcq-download — pakai queue type yang baru dibuat tadi. Urutan: upload dulu, baru download.

Langkah 4: Verifikasi

Cek apakah queue sudah terdaftar:

/queue simple print

Kalau berhasil, akan muncul baris Total-BW dengan parameter yang sesuai.

Untuk monitoring langsung saat client aktif, buka Winbox → Tools → Torch. Pilih interface LAN (ether2 atau yang menuju ke client). Kamu bisa lihat traffic per IP secara real-time.


Variasi: Batas Maksimal Per User

Kalau mau setiap user dibatasi maksimal 1Mbps walau kondisi jaringan lagi sepi, ganti pcq-rate=0 menjadi pcq-rate=1M saat membuat queue type:

/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-rate=1M pcq-classifier=dst-address

Dengan ini, meski cuma ada 1 user aktif dan bandwidth tersedia 10Mbps, user itu tetap cuma dapat 1Mbps. Berguna kalau kamu mau ada “atap” per user agar tidak ada yang monopoli.


Yang Sering Salah (Jebakan Umum)

Salah: Urutan parameter queue= kebalik

Format yang benar: queue=pcq-upload/pcq-download (upload dulu, download belakang). Kalau terbalik, pembagian bandwidth jadi tidak sesuai arah traffic.

Salah: Lupa buat queue type dulu, langsung bikin simple queue

PCQ type pcq-download dan pcq-upload tidak ada secara default dengan nama persis itu — kamu yang bikin di langkah 1 dan 2. Kalau langkah itu dilewat, simple queue akan error atau pakai type yang salah.

Catatan: Ada dua queue type bawaan RouterOS bernama pcq-download-default dan pcq-upload-default. Kamu boleh pakai itu tanpa bikin baru. Tapi kalau mau atur pcq-rate sendiri, harus buat queue type baru.

Salah: pcq-rate=0 dikira tidak ada batas

Angka 0 di sini bukan berarti bebas semaunya. Artinya bandwidth dibagi rata otomatis tanpa batas per user. Batas tetap ada, yaitu dari max-limit di simple queue dibagi jumlah user aktif.

Salah: Target subnet salah

Pastikan subnet 192.168.1.0/24 cocok dengan range IP yang dibagi DHCP. Kalau DHCP kamu distribusikan di 192.168.88.0/24, ya targetnya harus ikut itu.


Kuis Singkat

  1. Jika bandwidth total 10Mbps dan ada 4 user aktif menggunakan PCQ dengan pcq-rate=0, berapa Mbps yang didapat tiap user?

  2. Apa fungsi pcq-classifier=dst-address pada queue type PCQ untuk download? Kenapa bukan src-address?

  3. Jika kamu set pcq-rate=2M dan hanya ada 1 user aktif di jaringan yang bandwidth totalnya 10Mbps, berapa kecepatan maksimal user tersebut? Kenapa?

Next