Firewall Logging dan Monitoring MikroTik

Updated on May 3, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangkan kamu adalah satpam di sebuah gedung. Tugasmu bukan cuma mengizinkan atau menolak tamu — tapi juga mencatat siapa saja yang masuk, jam berapa, dan dari mana. Nah, Firewall Logging di MikroTik itu persis seperti buku tamu satpam itu. Setiap paket data yang lewat bisa dicatat: siapa pengirimnya, mau ke mana, pakai protokol apa.

Selain logging, kita juga perlu monitoring — artinya memantau kondisi jaringan secara langsung, seperti lihat kamera CCTV. MikroTik punya beberapa “kamera CCTV” bawaan: Bandwidth Graph, Torch, dan laporan resource sistem.


Bagian 1: Konfigurasi Firewall Logging

Apa itu Firewall Logging?

Firewall biasanya cuma bertindak (blok, izinkan, dll). Kalau kita tambahkan action “log”, maka setiap kali ada paket yang cocok dengan rule itu, MikroTik akan mencatatnya ke dalam log.

Langkah-langkah via WinBox

Langkah 1 – Buka menu Firewall

  • Klik IPFirewall → tab Filter Rules
  • Klik tombol + untuk buat rule baru

Langkah 2 – Isi tab General

  • Chain = input (artinya: paket yang menuju ke router itu sendiri)
  • Protocol = icmp (ICMP adalah protokol yang dipakai perintah ping)
  • In. Interface = ether2 (interface yang terhubung ke komputer siswa)

Langkah 3 – Pindah ke tab Action

  • Action = log
  • Opsional: isi kolom Log Prefix dengan teks seperti ICMP-MASUK supaya nanti di log gampang dicarinya
  • Klik OK

Lewat CLI (cara cepat):

/ip firewall filter
add chain=input protocol=icmp in-interface=ether2 action=log log-prefix="ICMP-MASUK"

Langkah 4 – Uji coba

Dari komputer, lakukan ping ke IP router (misalnya 192.168.1.1):

ping 192.168.1.1

Langkah 5 – Cek Log

Di WinBox: klik menu Log (di sidebar kiri)

Di CLI:

/log print

Hasilnya akan terlihat seperti ini:

firewall,info ICMP-MASUK input: in:ether2 out:(none), 
proto ICMP, 192.168.1.5->192.168.1.1, len 60

Artinya: ada paket ICMP masuk dari 192.168.1.5 menuju 192.168.1.1, lewat interface ether2. Terbaca, kan?

Jebakan umum: Rule log ini harus diletakkan di atas rule drop/block yang sudah ada. Kalau rule drop duluan dijalankan, paket langsung diblok sebelum sempat dicatat. Urutkan rule dengan benar!


Bagian 2: Monitoring Bandwidth dengan Graphing

Analoginya

Graphing itu seperti grafik listrik PLN yang menunjukkan berapa watt yang kamu pakai tiap jam. Bedanya, ini grafik bandwidth internet per interface.

Langkah konfigurasi

Lewat CLI:

/ip traffic-flow set enabled=yes
/ip firewall address-list

Untuk graphing interface:

/ip traffic-flow interface add interface=ether1

Atau cara lebih mudah, lewat WinBox:

  • Klik IPGraphing → tab Interface Rules
  • Klik +, pilih interface (misalnya ether1), klik OK

Cara melihat graph

Buka browser di komputer, ketik:

http://[ip-router]/graphs/

Contoh: http://192.168.1.1/graphs/

Akan muncul grafik bandwidth yang menunjukkan traffic masuk (rx) dan keluar (tx) per interval waktu.

Catatan: Pastikan router sudah aktif beberapa menit sebelum grafiknya terisi data. Kalau baru saja dikonfigurasi, grafik masih kosong dulu.


Bagian 3: Monitoring Real-Time dengan Torch

Analoginya

Torch itu seperti alat X-ray di bandara. Kamu bisa lihat “isi” dari semua paket yang lewat satu interface secara langsung — siapa pengirimnya, tujuannya ke mana, pakai port berapa, dan seberapa besar datanya.

Cara pakai via WinBox

  • Klik Interfaces, klik dua kali pada interface yang mau dipantau (misalnya ether2)
  • Klik tombol Torch
  • Atur filter jika perlu, lalu klik Start

Cara pakai via CLI

/tool torch interface=ether2 ip-protocol=any mac-protocol=any

Output-nya seperti ini:

MAC-PROTOCOL  IP-PROTOCOL   TX        RX
ip            tcp           5.6kbps   9.9kbps
ip            udp           83.7kbps  49.9kbps
ip            icmp          0bps      4.7kbps

Dari sini kita bisa tahu:

  • Protokol apa yang paling banyak memakai bandwidth
  • IP address mana yang paling aktif
  • Port berapa yang sedang digunakan

Tekan Q untuk keluar dari Torch.


Bagian 4: Monitoring Resource Sistem

Ini berguna untuk tahu kondisi “kesehatan” router — apakah CPU-nya sudah kepanasan, memorinya masih cukup, dan sebagainya.

Cek CPU dan memori

/system resource print

Hasilnya akan menampilkan:

  • cpu-load — seberapa sibuk prosesor router
  • free-memory — sisa RAM yang tersedia
  • uptime — sudah berapa lama router menyala tanpa restart

Cek daftar klien DHCP (monitoring user)

Untuk tahu siapa saja yang sedang terhubung ke jaringan:

/ip dhcp-server lease print

Hasilnya menampilkan IP address yang sudah dibagikan, beserta MAC address dan hostname perangkat yang menerimanya. Dari sini kamu bisa hitung ada berapa perangkat aktif di jaringan.


Bagian 5: Export Log ke File

Kadang kita perlu menyimpan log untuk diperiksa nanti — misalnya kalau ada kejadian mencurigakan dan kita ingin rekap datanya.

Cara export

/log print file=log-firewall

Perintah ini membuat file bernama log-firewall.txt yang tersimpan di dalam sistem file router. Untuk mengunduhnya:

  • WinBox: buka menu Files, cari file tersebut, klik Download
  • Atau akses via FTP menggunakan software seperti FileZilla dengan IP router sebagai alamat server

Rangkuman: Kapan Pakai Apa?

Kebutuhan Gunakan
Catat paket tertentu yang lewat firewall Firewall Logging (action=log)
Lihat grafik bandwidth dari waktu ke waktu IP Graphing
Pantau traffic secara langsung/real-time Torch
Cek kesehatan router (CPU, RAM) system resource print
Tahu berapa klien yang terhubung dhcp-server lease print
Simpan log untuk keperluan arsip log print file=nama-file

Kuis Singkat

Jawab tiga pertanyaan ini:

  1. Kamu membuat firewall logging rule untuk protocol ICMP, tapi setelah ping, log-nya tetap kosong. Apa kemungkinan penyebabnya?

  2. Apa perbedaan antara Graphing dan Torch? Kapan kamu lebih memilih menggunakan Torch dibanding Graphing?

  3. Kamu menjalankan /ip dhcp-server lease print dan melihat ada 25 entri. Apakah itu berarti ada 25 perangkat yang sedang aktif di jaringan saat ini? Jelaskan jawabanmu.

Next