Mengenal Perangkat MikroTik dan Cisco: Pengenalan Awal

Updated on April 5, 2026

Gambaran besar dulu

Bayangkan kamu baru masuk bengkel otomotif. Sebelum bongkar mesin, kamu perlu kenal dulu alat-alatnya, kan? Nah, di dunia jaringan komputer, “alat” utamanya adalah router dan switch. Dua merek yang paling sering kamu temui di dunia kerja: MikroTik dan Cisco.

MikroTik itu ibarat motor Honda — populer di Indonesia, harganya terjangkau, dan banyak dipakai ISP (penyedia internet) kecil sampai menengah. Cisco itu ibarat mobil Toyota Land Cruiser — standar dunia, dipakai perusahaan besar, harganya lebih mahal, tapi fiturnya lengkap dan jadi standar sertifikasi internasional.

Hari ini kamu akan pegang langsung dua perangkat ini, belajar bagian-bagiannya, dan login untuk pertama kali. Santai saja, tidak ada yang bisa rusak kalau kamu ikuti langkah-langkahnya.


Langkah 1 — Kenali fisik MikroTik RouterBoard

Ambil satu unit MikroTik RouterBoard (misalnya RB951). Balik badannya, baca label di bodi bawah. Di situ tertulis model dan versi hardware-nya.

Sekarang perhatikan bagian-bagian fisiknya:

  • Port Ethernet — biasanya ada 5 port (ether1 sampai ether5). Bentuknya sama persis seperti colokan kabel LAN di laptop kamu. Di lab kita, koneksi internet masuk lewat wlan1 (Wi-Fi), bukan lewat ether1. Ini beda dari buku teks pada umumnya, jadi ingat baik-baik.
  • Port Console (serial) — lubang kecil untuk kabel konfigurasi. Di MikroTik jarang dipakai karena kita bisa login lewat WinBox.
  • Port USB — bisa untuk colok flashdisk (backup konfigurasi, misalnya).
  • Lampu indikator (LED) — setiap port punya lampu. Kalau nyala atau berkedip, artinya port itu aktif dan ada koneksi.
  • Tombol reset — lubang kecil yang perlu dicolok pakai jarum. Fungsinya mengembalikan router ke pengaturan pabrik. Jangan pencet sembarangan.

Langkah 2 — Login pertama ke MikroTik pakai WinBox

WinBox itu aplikasi kecil (tidak perlu install, tinggal klik dua kali) untuk mengatur MikroTik dari laptop. Anggap saja WinBox itu “remote control”-nya MikroTik.

Caranya:

  1. Sambungkan kabel LAN dari laptop ke salah satu port Ethernet MikroTik (misal ether2).
  2. Buka aplikasi WinBox di laptop.
  3. Klik tab Neighbors di bagian bawah jendela WinBox. Tunggu beberapa detik sampai muncul MAC Address router kamu. MAC Address itu semacam “nomor KTP” unik setiap perangkat jaringan, formatnya seperti ini: E4:8D:8C:XX:XX:XX.
  4. Klik MAC Address yang muncul.
  5. Isi kolom Login dengan admin.
  6. Kolom Password dikosongkan (router baru belum punya password).
  7. Klik Connect.

Kalau berhasil, kamu akan masuk ke tampilan utama WinBox. Selamat, kamu sudah login ke router untuk pertama kali.

Yang bisa salah di sini:

  • MAC Address tidak muncul di tab Neighbors — pastikan kabel LAN-nya terpasang dengan benar dan lampu indikator di port menyala.
  • Kamu salah ketik user — harus huruf kecil semua: admin, bukan Admin.
  • Kamu mengisi password padahal router masih baru — kosongkan saja kolom password.

Langkah 3 — Jelajahi tampilan WinBox

Setelah login, perhatikan sisi kiri layar WinBox. Ada deretan menu. Yang perlu kamu kenal sekarang:

  • Interfaces — daftar semua port dan koneksi di router. Klik ini, lalu perhatikan kolom paling kanan. Huruf R artinya “Running” (aktif/ada kabel nyambung). Kalau tidak ada huruf R, port itu sedang tidak dipakai.
  • IP — tempat mengatur alamat IP, DHCP, DNS, Firewall, dan lain-lain.
  • Bridge — untuk menggabungkan beberapa port jadi satu jaringan.
  • Routing — pengaturan jalur lalu lintas data.
  • System — informasi dan pengaturan sistem router (nama, waktu, backup, reboot, dll).

Kamu tidak perlu hafal semuanya sekarang. Cukup tahu lokasinya. Seperti pertama kali masuk rumah baru, kamu cuma perlu tahu di mana dapur, kamar mandi, dan kamar tidur.


Langkah 4 — Kenali perangkat Cisco dan login via Console

Cisco berbeda dari MikroTik. Tidak ada WinBox. Cara login pertama kali ke Cisco harus lewat kabel console yang disambungkan ke port console di perangkat.

Peralatannya:

  • Kabel console — satu ujung RJ-45 (seperti kabel LAN tapi warna biru muda), ujung lainnya DB-9 (colokan serial lama) atau USB.
  • Aplikasi terminal di laptop: PuTTY (gratis) atau HyperTerminal.
  • Kalau kamu pakai Cisco Packet Tracer (simulator), kamu bisa langsung klik perangkat dan pilih tab CLI tanpa perlu kabel fisik.

Cara login:

  1. Colokkan kabel console dari laptop ke port Console di Cisco router/switch.
  2. Buka PuTTY. Pilih connection type: Serial.
  3. Atur parameternya:
    • Speed (baud rate): 9600
    • Data bits: 8
    • Parity: None
    • Stop bits: 1
    • Flow control: None
  4. Klik Open.
  5. Layar hitam muncul. Tekan Enter.
  6. Kamu sekarang ada di mode “User EXEC” (ditandai prompt Router>).
  7. Ketik enable lalu Enter. Prompt berubah jadi Router# — ini artinya kamu sudah masuk mode privileged (mode admin, bisa lihat dan ubah semua konfigurasi).
  8. Ketik show version lalu Enter. Ini menampilkan info lengkap: model perangkat, versi IOS (sistem operasi Cisco), kapasitas RAM, dan lain-lain.

Yang bisa salah di sini:

  • Layar PuTTY kosong dan tidak merespons — cek baud rate, harus tepat 9600. Kalau salah, layar akan menampilkan karakter acak atau tidak merespons sama sekali.
  • Kabel console tidak terdeteksi — kalau pakai adapter USB-to-Serial, pastikan driver-nya sudah terinstal di laptop.

Langkah 5 — Tabel perbandingan MikroTik vs Cisco

Supaya kamu punya gambaran jelas perbedaan keduanya:

Aspek MikroTik Cisco
Sistem operasi RouterOS IOS (Internetwork Operating System)
Cara akses WinBox, WebFig (browser), CLI (terminal) Console, Telnet, SSH
Antarmuka grafis Ada (WinBox dan WebFig) Tidak ada (murni CLI, kecuali di beberapa model baru)
Harga Terjangkau (ratusan ribu sampai jutaan) Mahal (jutaan sampai ratusan juta)
Lisensi Berbayar tapi sudah termasuk di perangkat, upgrade opsional Terpisah, model langganan untuk fitur tertentu
Populer di ISP kecil-menengah, warnet, sekolah, kantor kecil di Indonesia Perusahaan besar, bank, rumah sakit, kampus besar, data center
Sertifikasi MTCNA, MTCRE, dll (dari MikroTik) CCNA, CCNP, CCIE (standar industri global)

Langkah 6 — Latihan CLI MikroTik lewat Terminal WinBox

Selain klik-klik menu, kamu juga bisa mengatur MikroTik lewat perintah teks (CLI). Ini penting karena di dunia kerja, banyak konfigurasi yang lebih cepat diketik daripada diklik.

Cara membuka Terminal di WinBox: klik menu New Terminal di sisi kiri.

Coba ketik tiga perintah ini satu per satu:

/system identity print

Hasilnya: nama router kamu. Kalau masih default, biasanya tertulis “MikroTik”.

/interface print

Hasilnya: daftar semua interface (port) beserta statusnya. Kolom “R” artinya running. Perhatikan bahwa wlan1 juga muncul di sini — di lab kita, inilah interface yang terhubung ke internet.

/ip address print

Hasilnya: daftar IP address yang sudah dikonfigurasi di router. Kalau router masih baru dan belum diatur, mungkin belum ada isinya, atau hanya ada satu IP default.

Setiap perintah diawali tanda garis miring / yang menunjukkan “mulai dari akar menu”. Kalau kamu lupa perintahnya, ketik ? (tanda tanya) di terminal, maka MikroTik akan menampilkan daftar semua perintah yang tersedia di level itu.


Rangkuman cepat

MikroTik dan Cisco sama-sama router/switch, tapi beda “bahasa” dan cara aksesnya. MikroTik pakai WinBox (GUI) dan RouterOS, login pertama lewat MAC Address dengan user admin tanpa password. Cisco pakai kabel console dan CLI, login lewat PuTTY dengan baud rate 9600, lalu ketik enable untuk masuk mode admin.

Di lab kita, satu hal yang harus selalu diingat: koneksi internet masuk lewat wlan1, bukan ether1. Ini akan terus relevan di semua praktikum berikutnya.


Kuis pemahaman

  1. Kamu membuka WinBox dan klik tab Neighbors, tapi MAC Address router tidak muncul. Sebutkan dua kemungkinan penyebabnya.
  2. Apa beda mode Router> dan Router# di Cisco? Perintah apa yang kamu ketik untuk berpindah dari mode pertama ke mode kedua?
  3. Di lab SMK kita, interface mana yang digunakan sebagai jalur koneksi internet pada MikroTik RouterBoard, dan kenapa ini berbeda dari yang biasa ditulis di buku teks?

Next