Navigasi Dasar Terminal Linux: Perintah Esensial

Updated on May 3, 2026

Gambaran Besar Dulu

Terminal Linux itu ibarat kamu bicara langsung ke komputer pakai bahasa teks. Kalau di Windows kamu klik-klik pakai mouse, di Linux kamu bisa ngetik perintah dan hasilnya langsung kelihatan. Kayak chatting sama komputernya.

Kenapa perlu belajar ini? Karena hampir semua pekerjaan jaringan dan server di dunia nyata dilakukan lewat terminal. Tidak ada GUI (tampilan grafis) di server, yang ada cuma teks hitam dan kursor berkedip.


Bagian 1: Navigasi direktori

Direktori itu sama seperti folder di Windows. “Navigasi” artinya berpindah-pindah antar folder lewat terminal.

Konsep terpenting: Linux punya satu pohon direktori yang dimulai dari / (dibaca: root, bukan folder bernama “root”). Semua yang ada di komputer, mulai dari file sistem sampai dokumen pribadi, berada di bawah /.

/                  ← puncak (root)
├── home/
│   └── kang/      ← home directory kamu, biasa ditulis ~
├── var/
│   └── log/       ← log sistem tersimpan di sini
└── etc/           ← file konfigurasi sistem

Langkah-langkah navigasi:

  1. Buka Terminal dengan tekan Ctrl+Alt+T

  2. Ketik pwd lalu Enter. Perintah ini singkatan dari Print Working Directory, fungsinya menampilkan kamu sedang berada di folder mana sekarang. Contoh output: /home/siswa

  3. Ketik ls -la lalu Enter. ls artinya list, yaitu menampilkan isi folder. Opsi -l berarti tampilkan detail (ukuran, tanggal, permission), opsi -a berarti tampilkan semua file termasuk yang tersembunyi (file yang namanya diawali titik, seperti .bashrc).

  4. Ketik cd ~ untuk kembali ke home directory (folder pribadi kamu). Tanda ~ adalah shortcut untuk /home/namakamu.

  5. Ketik cd /var/log untuk berpindah ke direktori log sistem. Ini tempat Linux menyimpan catatan kejadian sistem, seperti buku harian komputer.

  6. Ketik cd .. untuk naik satu tingkat ke atas. Dua titik .. artinya “folder induk dari folder saat ini.”

Jebakan umum: Linux itu case-sensitive. cd Desktop dan cd desktop itu berbeda. Kalau salah ketik huruf besar/kecil, muncul pesan No such file or directory.


Bagian 2: Manipulasi file dan direktori

Sekarang kita buat file dan folder lewat terminal.

  1. Buat direktori bertingkat sekaligus:

    mkdir -p ~/latihan/sub1/sub2

    Opsi -p artinya parents, yaitu buat semua folder sekaligus meski belum ada. Tanpa -p, kalau latihan belum ada, perintahnya error.

  2. Buat file kosong:

    touch ~/latihan/file1.txt

    touch fungsinya membuat file kosong. Analoginya seperti ambil kertas kosong dan taruh di meja.

  3. Tulis teks ke dalam file:

    echo 'Halo Linux' > ~/latihan/file1.txt

    echo artinya “tampilkan teks ini.” Tanda > berarti “kirimkan hasilnya ke file ini” (bukan ke layar). Kalau file sudah ada isinya, perintah ini akan menimpa isinya.

    Kalau mau menambah teks tanpa menimpa, pakai >> (dua tanda lebih dari):

    echo 'Baris kedua' >> ~/latihan/file1.txt

Bagian 3: Copy dan move

Sama seperti Ctrl+C dan Ctrl+X di Windows, tapi versi terminal.

  1. Copy file:

    cp ~/latihan/file1.txt ~/latihan/file1-backup.txt

    cp singkatan dari copy. Format: cp [file asal] [file tujuan].

  2. Pindahkan file (sekaligus bisa dipakai untuk rename):

    mv ~/latihan/file1-backup.txt ~/latihan/sub1/

    mv singkatan dari move. Tanda / di akhir tujuan berarti “pindahkan ke dalam folder sub1.”

Jebakan umum: mv tidak minta konfirmasi. File langsung pindah. Kalau salah ketik nama tujuan dan ternyata nama tujuan itu sudah ada sebagai file, file lama akan tertimpa tanpa peringatan.


Bagian 4: Membaca isi file

Ada beberapa cara membaca isi file, tergantung ukurannya.

  1. cat ~/latihan/file1.txt — tampilkan seluruh isi file sekaligus. Cocok untuk file kecil. Kalau filenya besar, isinya akan scroll cepat ke bawah dan kamu cuma lihat bagian bawahnya.

  2. less /var/log/syslog — baca file besar dengan tampilan per halaman. Tekan tombol Spasi untuk halaman berikutnya, b untuk kembali, q untuk keluar. Ini paling sering dipakai teknisi.

  3. head -20 /var/log/syslog — tampilkan 20 baris pertama saja. Berguna untuk lihat format file tanpa harus baca semuanya.

  4. tail -f /var/log/syslog — ini yang paling menarik. Tampilkan isi log secara real-time, ikuti terus setiap ada baris baru yang masuk. Kayak nonton chat grup yang terus update. Berguna saat troubleshooting server yang sedang berjalan. Tekan Ctrl+C untuk berhenti.


Bagian 5: Permission file

Ini salah satu hal yang paling membedakan Linux dari Windows. Setiap file di Linux punya aturan siapa yang boleh baca, tulis, atau jalankan file itu.

Saat kamu ketik ls -l ~/latihan/file1.txt, hasilnya seperti ini:

-rw-r--r-- 1 siswa siswa 11 Jan 1 08:00 file1.txt

Fokus ke bagian -rw-r--r--. Ini dibaca dari kiri:

- rw- r-- r--
│  │   │   │
│  │   │   └── other (orang lain): r = bisa baca, tidak bisa tulis/jalankan
│  │   └────── group (kelompok): r = bisa baca
│   └────────── owner (pemilik): rw = bisa baca dan tulis
└────────────── jenis file: - = file biasa, d = direktori

r = read (baca), w = write (tulis), x = execute (jalankan). Kalau ada - di posisi itu, berarti tidak punya izin tersebut.

Cara mengubah permission dengan chmod:

  1. Set permission file menjadi 644:

    chmod 644 ~/latihan/file1.txt

    Angka 644 artinya: owner bisa baca+tulis (6), group cuma baca (4), other cuma baca (4).

    Cara hitung angkanya: r=4, w=2, x=1. Dijumlahkan sesuai kombinasi yang diinginkan. Baca+tulis = 4+2 = 6. Baca saja = 4+0 = 4.

  2. Set permission direktori menjadi 755:

    chmod 755 ~/latihan/

    Angka 755: owner bisa baca+tulis+jalankan (7), group baca+jalankan (5), other baca+jalankan (5). Direktori perlu izin “execute” agar bisa dimasuki pakai cd.

Jebakan umum: Kalau direktori tidak punya permission x (execute), kamu tidak bisa masuk ke dalamnya meski tahu namanya. Ini sering bikin bingung pemula.


Bagian 6: Pencarian

  1. Cari file berdasarkan nama:

    find ~ -name '*.txt'

    Cari semua file yang namanya berakhiran .txt di dalam home directory. Tanda * artinya “karakter apa saja.”

  2. Cari kata di dalam file:

    grep 'error' /var/log/syslog

    grep mencari baris yang mengandung kata “error” di dalam file syslog. Hasilnya ditampilkan ke layar. Sangat berguna saat troubleshooting.

  3. Cari rekursif ke semua subfolder:

    grep -r 'ubuntu' ~/latihan/

    Opsi -r artinya recursive, yaitu masuk ke semua subfolder dan cari di semua file di dalamnya.


Bagian 7: Informasi sistem

Perintah-perintah ini dipakai teknisi untuk mengecek kondisi komputer.

Perintah Fungsi Analogi
uname -a Info kernel dan OS Cek label mesin
df -h Penggunaan ruang disk Cek kapasitas lemari
free -h Penggunaan RAM Cek meja kerja tersisa
ps aux Daftar semua proses yang berjalan Lihat siapa saja yang sedang kerja
top Monitor proses real-time Task Manager Linux

Untuk top, tekan q untuk keluar. Kolom %CPU dan %MEM yang perlu diperhatikan — kalau ada proses yang makan CPU hampir 100% terus-menerus, itu perlu dicurigai.

Opsi -h di perintah df dan free artinya human-readable, yaitu tampilannya pakai satuan yang mudah dibaca (MB, GB) bukan angka byte mentah.


Tiga pertanyaan kuis

  1. Kamu sedang berada di /home/siswa/latihan/sub1. Perintah apa yang diketik untuk kembali ke /home/siswa/latihan satu tingkat di atas?

  2. Lihat permission ini: -rwxr-x---. Jelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kelompok “other” terhadap file tersebut!

  3. Kamu ingin memantau file /var/log/syslog secara langsung (real-time) saat sistem berjalan. Perintah apa yang tepat, dan tombol apa yang ditekan untuk berhenti?

Next