Bilangan Desimal dan Hubungannya dengan Pecahan

Updated on April 26, 2026

Gambaran besar dulu

Bayangkan kamu punya sebuah pizza. Kamu potong jadi 10 irisan sama besar. Kamu ambil 3 irisan. Berarti kamu punya 3/10 dari pizza itu. Nah, cara lain nulis 3/10 adalah 0,3.

Itu desimal. Sesederhana itu.

Desimal bukan ilmu baru yang asing — itu cuma cara lain nulis pecahan, khusus untuk pecahan dengan penyebut 10, 100, atau 1000. Sistem ini sama persis dengan sistem nilai tempat yang sudah kamu pakai waktu belajar angka biasa — cuma arahnya diperluas ke kanan setelah koma.


Langkah-langkah belajar desimal

Langkah 1 – Pahami grid 10×10

Ambil kertas grid 10×10 kamu. Hitung total kotaknya: 10 baris dikali 10 kolom = 100 kotak.

Grid ini adalah “lapangan bermain” kita hari ini.

  • Arsir 1 kotak saja. Itu artinya 1 dari 100 = 1/100 = 0,01
  • Arsir 1 baris penuh (10 kotak). Itu artinya 10 dari 100 = 10/100 = 1/10 = 0,1
  • Arsir 25 kotak. Itu artinya 25 dari 100 = 25/100 = 0,25

Coba arsir dulu sebelum lanjut. Ini penting biar otakmu “melihat” desimal, bukan cuma menghafal angkanya.


Langkah 2 – Kenali posisi angka setelah koma

Koma dalam desimal itu kayak “gerbang”. Yang ada di kiri gerbang = bilangan utuh. Yang ada di kanan gerbang = bagian dari bilangan utuh.

Aturan posisinya:

Posisi Namanya Contoh
1 angka setelah koma persepuluhan 0,3 → 3/10
2 angka setelah koma perseratusan 0,05 → 5/100
3 angka setelah koma perseribu 0,008 → 8/1000

Catatan kecil tapi penting: di Indonesia kita pakai koma (0,5). Di banyak negara lain pakai titik (0.5). Kalau kamu lihat soal dari sumber luar negeri, jangan kaget kalau formatnya beda.


Langkah 3 – Ubah pecahan ke desimal

Kalau penyebutnya sudah 10, 100, atau 1000, tinggal pindah langsung:

  • 7/10 → tulis 7 di posisi persepuluhan → 0,7
  • 35/100 → tulis 35 di posisi perseratusan → 0,35
  • 8/1000 → tulis 8 di posisi perseribu → 0,008

Kalau penyebutnya bukan 10/100/1000, ubah dulu. Caranya: cari angka yang bisa dikalikan ke penyebut agar hasilnya 10, 100, atau 1000.

Contoh:

  • 1/2 → kalikan atas bawah dengan 5 → 5/10 → 0,5
  • 3/4 → kalikan atas bawah dengan 25 → 75/100 → 0,75
  • 1/5 → kalikan atas bawah dengan 2 → 2/10 → 0,2

Langkah 4 – Ubah desimal ke pecahan

Ini kebalikannya. Cara bacanya: hitung berapa angka di belakang koma, itu menentukan penyebutnya.

  • 0,3 → 1 angka di belakang koma → penyebut 10 → 3/10
  • 0,45 → 2 angka di belakang koma → penyebut 100 → 45/100
  • 0,008 → 3 angka di belakang koma → penyebut 1000 → 8/1000

Setelah dapat pecahannya, cek: bisa disederhanakan? 45/100 bisa dibagi 5 atas dan bawah → 9/20.


Langkah 5 – Pakai konteks uang dan ukuran

Ini bukan sekedar latihan. Desimal sudah kamu pakai tiap hari tanpa sadar:

  • Tinggi badan 1,75 m = 1 meter + 75 cm (75/100 meter)
  • Harga Rp 2,5 juta = 2 juta + setengah juta
  • Bensin 1,5 liter = 1 liter + setengah liter

Pakai uang receh yang ada di skenario: Rp 1000 kamu anggap sebagai “1 satuan”. Maka Rp 500 = 0,5 (setengah). Rp 100 = 0,1 (sepersepuluh).


Langkah 6 – Membandingkan desimal (bagian yang sering bikin salah)

Ini jebakan paling umum. Banyak siswa salah di sini.

Pertanyaan: mana yang lebih besar, 0,5 atau 0,42?

Banyak yang jawab 0,42 karena “42 lebih besar dari 5”. Ini salah.

Triknya: samakan jumlah angka di belakang koma dulu dengan menambah nol.

  • 0,5 = 0,50
  • 0,42 = 0,42

Sekarang bandingkan 50 vs 42. Jelas 50 lebih besar. Jadi 0,5 lebih besar dari 0,42.

Aturannya: bandingkan dari posisi paling kiri setelah koma, satu per satu.

Contoh lain: 0,3 vs 0,317 – banyak yang pikir ini jauh, padahal 0,3 = 0,300, dan selisihnya cuma 0,017.


Jebakan umum yang perlu diwaspadai

  • Menambah nol di depan desimal itu tidak mengubah nilai: 0,5 = 00,5 = 000,5 (sama saja)
  • Menambah nol di belakang angka desimal juga tidak mengubah nilai: 0,5 = 0,50 = 0,500
  • Tapi menambah nol di tengah mengubah nilai: 0,5 ≠ 0,05

Kuis singkat

Coba jawab tiga pertanyaan ini sebelum tutup buku:

  1. Seorang siswa mengarsir 37 kotak dari grid 10×10. Tuliskan bilangan desimalnya, lalu tuliskan juga dalam bentuk pecahan paling sederhana.

  2. Ubah pecahan 3/4 menjadi desimal. Jelaskan langkah-langkahnya.

  3. Mana yang lebih besar: 0,6 atau 0,58? Tunjukkan caramu membandingkannya.

Next