Gambaran Besar Dulu
Bayangkan kamu punya dua jalan alternatif menuju sekolah. Kalau dua-duanya kamu tempuh sekaligus dalam lingkaran, kamu tidak akan pernah sampai, malah terus muter tanpa henti. Nah, itu persis yang terjadi di jaringan switch kalau ada loop.
Di jaringan komputer, situasinya lebih parah. Data yang berputar tanpa henti bisa bikin seluruh jaringan macet total, mati. Kejadian ini namanya broadcast storm — bayangkan gempa yang menghancurkan jalanan, tidak ada satu paket pun yang bisa lewat.
STP adalah solusinya. Tugas STP cuma satu: pastikan data punya jalur, tapi tidak ada jalur yang membentuk lingkaran.
Topologi Lab Kita
4 switch terhubung dengan jalur ganda (redundan):
- 2 switch Distribution Layer: Cisco 3560 (DLS1 dan DLS2)
- 2 switch Access Layer: Cisco 2960 (ALS1 dan ALS2)
Ada beberapa kabel penghubung antar switch. Kalau semua jalur aktif sekaligus, loop pasti terjadi. STP yang akan memutuskan mana yang boleh aktif dan mana yang harus diblokir.
Langkah-Langkah Praktikum
Langkah 1: Hubungkan switch sesuai topologi
Pasang kabel dengan pola redundan — artinya satu switch terhubung ke lebih dari satu switch lain melalui beberapa port. Ini sengaja dibuat berlebihan supaya kalau satu kabel putus, ada cadangan.
Langkah 2: Biarkan STP bekerja sendiri
STP sudah aktif secara default di setiap port Cisco switch. Tidak perlu konfigurasi apapun dulu. Begitu kabel terpasang, switch langsung mulai “berkenalan” satu sama lain.
Proses perkenalannya pakai pesan khusus bernama BPDU (Bridge Protocol Data Unit). Anggap saja BPDU itu kartu nama yang dikirim antar switch, isinya informasi tentang siapa switch tersebut dan berapa “nilai” Bridge ID-nya.
Langkah 3: Cek hasilnya
Jalankan perintah ini di setiap switch:
show spanning-tree
Perhatikan outputnya. Contoh nyata dari lab:
ALS1#show spanning-tree
VLAN0001
Root ID Priority 32769
Address 000C.8560.A349
This bridge is the root ← ALS1 adalah Root Bridge!
Kalau ada tulisan This bridge is the root, berarti switch itu terpilih jadi pemimpin (Root Bridge).
Langkah 4: Pahami siapa Root Bridge dan kenapa
Root Bridge dipilih berdasarkan Bridge ID terendah. Bridge ID terdiri dari dua bagian:
- Priority (angka prioritas, default 32768 di semua switch)
- MAC Address (alamat fisik switch)
Kalau priority semua switch sama (dan memang defaultnya sama), maka pemenangnya adalah switch dengan MAC address paling kecil. MAC address itu unik tiap perangkat, jadi selalu ada yang menang.
Di contoh lab: ALS1 punya MAC 000C.8560.A349. Itu yang terkecil, makanya dia jadi Root Bridge.
Langkah 5: Baca status port
Dari hasil show spanning-tree, perhatikan kolom Sts (Status):
FWD= Forwarding = port aktif, data bisa lewat (warna hijau di Packet Tracer)BLK= Blocking = port diblokir, data tidak bisa lewat (warna orange)LIS= Listening = port sedang mendengarkan BPDU, belum meneruskan dataLRN= Learning = port belajar MAC address, belum meneruskan data
Port yang Blocking bukan rusak. Dia sengaja “ditidurkan” agar tidak terjadi loop. Tapi dia tetap siaga, siap aktif kalau jalur utama bermasalah.
Contoh dari DLS2:
Fa0/7 Altn BLK ← port ini diblokir (jalur cadangan)
Fa0/11 Root FWD ← port ini aktif menuju Root Bridge
Langkah 6: Paksa ganti Root Bridge
Misalnya kamu ingin DLS1 yang jadi Root Bridge, bukan ALS1. Caranya: turunkan priority DLS1 jadi lebih rendah dari 32768.
DLS1(config)# spanning-tree vlan 1 priority 4096
Priority harus kelipatan 4096. Makin kecil nilainya, makin besar peluang jadi Root Bridge. Angka 4096 jauh lebih kecil dari 32768, jadi DLS1 langsung menang.
Setelah perintah ini, STP akan reconverge — menghitung ulang semua jalur. Butuh beberapa detik sampai semua port stabil kembali.
Langkah 7: Simulasi link putus
Cabut satu kabel yang portnya berstatus Forwarding. Amati apa yang terjadi:
- STP mendeteksi ada jalur yang hilang
- Port yang tadinya Blocking mulai bergerak: Listening → Learning → Forwarding
- Proses ini butuh sekitar 30-50 detik (pada STP standar)
- Akhirnya jaringan kembali normal lewat jalur cadangan
Ini yang dimaksud konvergensi — jaringan “mencari keseimbangan baru” setelah ada perubahan topologi.
Hal yang Sering Bikin Bingung (Jebakan Umum)
1. “Port Blocking berarti kabel rusak?” Bukan. Port Blocking itu normal dan disengaja. Kalau kamu paksa aktifkan dengan cara bypass STP, loop bisa terjadi dan seluruh jaringan bisa lumpuh.
2. “Kenapa Root Bridge bukan switch yang paling canggih?” STP tidak peduli soal spesifikasi hardware. Dia hanya lihat Bridge ID. Bisa saja switch yang harganya paling mahal justru bukan Root Bridge karena MAC address-nya besar.
3. “Priority harus angka berapa saja?” Priority harus kelipatan 4096: 0, 4096, 8192, 12288, …, hingga 61440. Kalau salah angka, perintahnya ditolak oleh IOS.
4. “Konvergensi STP lama banget” STP standar (IEEE 802.1D) memang lambat, bisa sampai 50 detik. Makanya ada versi yang lebih cepat bernama RSTP (Rapid STP, 802.1W) yang bisa konvergen dalam hitungan detik. Di Cisco terbaru, RSTP sudah jadi default.
Kuis Pemahaman
-
Sebuah jaringan punya 3 switch dengan priority default semua sama. Switch A punya MAC
000A.1111.0001, Switch B punya000A.0000.FFFF, Switch C punya000B.2222.0001. Switch mana yang akan terpilih jadi Root Bridge, dan kenapa? -
Kamu melihat sebuah port berstatus
Altn BLKpada outputshow spanning-tree. Apakah port tersebut berfungsi normal atau rusak? Jelaskan! -
Apa yang terjadi pada port yang berstatus Blocking ketika link utama (Forwarding) tiba-tiba terputus? Sebutkan urutan state yang dilewati port tersebut sebelum akhirnya aktif meneruskan data!