Gambaran Besar Dulu
Bayangkan kamu baru selesai masak makanan lezat. Makanannya sudah tersaji di piring (itu isi laporan utama). Tapi di dapur ada sisa bahan, resep tertulis, dan foto prosesnya. Nah, semua itu kamu kumpulkan di satu tempat biar siapa pun bisa mengecek ulang. Itulah lampiran, tempat semua bukti dan artefak pendukung dikumpulkan secara teratur.
Lampiran bukan tempat “buang sampah dokumen.” Setiap item yang masuk harus jelas fungsinya dan dirujuk dari isi laporan.
Langkah 1: Identifikasi Artefak yang Perlu Dilampirkan
Sebelum menyusun, inventarisasi dulu semua yang kamu punya:
- File konfigurasi – misalnya
config.txt,mikrotik-export.rsc,dhcp.conf - Script atau source code – program, batch file, script bash, dsb.
- Screenshot tambahan – tangkapan layar proses yang tidak muat di bab utama
- Log sistem – output terminal, event log, error log
- Data mentah – hasil pengukuran, tabel survei, rekap data sebelum diolah
- Dokumen pendukung – surat izin, lembar kerja, form observasi
Buat daftar cepat di kertas dulu sebelum mulai mengetik. Ini menghemat waktu.
Langkah 2: Beri Nomor dan Judul Deskriptif
Sistem penomorannya pakai huruf kapital: Lampiran A, Lampiran B, dan seterusnya. Setiap lampiran wajib punya judul yang spesifik, bukan samar-samar.
| Kurang Baik | Lebih Baik |
|---|---|
| Lampiran A: Konfigurasi | Lampiran A: File Konfigurasi Router MikroTik RB951 |
| Lampiran B: Kode | Lampiran B: Script Python Pemindai Port Jaringan |
| Lampiran C: Data | Lampiran C: Data Mentah Pengukuran Bandwidth (30 Menit) |
Judul yang deskriptif membantu pembaca langsung tahu isi lampiran tanpa harus membukanya dulu.
Langkah 3: Menampilkan Source Code dan Script
Aturan baku untuk source code:
- Font Courier New, ukuran 10pt (atau font monospace sejenis)
- Beri nomor baris di setiap baris kode
- Tambahkan komentar yang menjelaskan bagian penting
Contoh tampilannya:
Lampiran B: Script Python Pemindai Port Jaringan
1 import socket
2
3 # Definisi target dan rentang port yang akan dipindai
4 target = "192.168.1.1"
5 port_range = range(1, 1025)
6
7 print(f"Memindai {target}...")
8
9 for port in port_range:
10 sock = socket.socket(socket.AF_INET, socket.SOCK_STREAM)
11 sock.settimeout(0.5)
12 result = sock.connect_ex((target, port)) # 0 = port terbuka
13 if result == 0:
14 print(f"Port {port}: TERBUKA")
15 sock.close()
Komentar di baris 3 dan 12 membantu pembaca memahami logika tanpa harus jago coding dulu.
Langkah 4: Menampilkan File Konfigurasi
Sama seperti source code: gunakan font monospace, tampilkan lengkap. Bedanya, kamu perlu menandai baris yang kamu ubah dari pengaturan default.
Cara menandainya:
- Beri keterangan
← DIUBAHdi baris itu - Atau gunakan tanda bintang
*di awal baris - Kalau pakai Word: highlight kuning pada baris yang dimodifikasi
Contoh:
Lampiran A: File Konfigurasi DHCP Server
/ip dhcp-server
add address-pool=dhcp_pool interface=ether2 name=dhcp1 ← DIUBAH
/ip dhcp-server network
add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 ← DIUBAH
add address=192.168.10.0/24 dns-server=8.8.8.8
/ip pool
add name=dhcp_pool ranges=192.168.10.100-192.168.10.200 ← DIUBAH
Pembaca langsung tahu mana yang standar dan mana yang kamu kustomisasi.
Langkah 5: Menyajikan Data Mentah dalam Tabel
Data mentah ditampilkan dalam tabel yang rapi. Kalau datanya terlalu banyak (misalnya 500 baris), cukup tampilkan sampel representatif (biasanya 10-20 baris pertama) dan tambahkan keterangan:
Tabel ini menampilkan 15 baris pertama dari total 312 data. Data lengkap tersedia di file
data_bandwidth.xlsxyang disertakan bersama laporan ini.
Contoh tabel:
| No | Waktu | Upload (Mbps) | Download (Mbps) | Paket Loss (%) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 08.00 | 4,2 | 18,7 | 0 |
| 2 | 08.05 | 3,8 | 17,9 | 0,5 |
| 3 | 08.10 | 4,5 | 19,1 | 0 |
Langkah 6: Screenshot Tambahan
Setiap screenshot butuh dua hal: nomor dan caption (keterangan gambar).
Formatnya:
Gambar A.1 Tampilan antarmuka Winbox saat konfigurasi DHCP Server aktif
Gambar A.2 Hasil ping dari PC klien ke gateway setelah konfigurasi selesai
Caption ditulis di bawah gambar. Bukan di atas. Dan hindari caption samar seperti “Gambar konfigurasi” tanpa keterangan situasinya.
Langkah 7: Pastikan Setiap Lampiran Dirujuk di Isi Laporan
Ini yang paling sering dilupakan. Lampiran yang tidak dirujuk dari isi laporan terasa mengambang dan tidak terhubung.
Cara merujuknya cukup sederhana, sisipkan di kalimat yang relevan:
“Konfigurasi DHCP Server yang digunakan dapat dilihat pada Lampiran A.”
“Script pemindai port yang dijalankan selama praktikum terlampir pada Lampiran B.”
“Hasil pengukuran bandwidth selama 30 menit ditampilkan dalam tabel di Lampiran C.”
Setiap lampiran minimal disebut satu kali di badan laporan. Kalau tidak ada yang merujuk, pertimbangkan apakah lampiran itu perlu dimasukkan.
Jebakan Umum yang Sering Terjadi
1. Screenshot resolusi rendah. Gambar blur tidak membantu siapa pun. Gunakan fungsi screenshot bawaan sistem (Snipping Tool atau PrtSc), bukan foto layar pakai kamera HP.
2. Kode tanpa komentar. Kode yang berjalan 200 baris tanpa satu pun komentar susah dipahami, bahkan oleh penulisnya sendiri dua minggu kemudian.
3. Lampiran ada tapi tidak dirujuk. Pembaca bingung: ini lampiran untuk bagian mana?
4. Urutan lampiran tidak sesuai dengan urutan penyebutan. Kalau di Bab III kamu menyebut Lampiran C lebih dulu dari Lampiran B, itu membingungkan. Urutkan lampiran sesuai urutan kemunculannya di badan laporan.
5. Font konfigurasi sama dengan teks biasa. File konfigurasi dalam font Times New Roman susah dibaca. Wajib monospace.
Kuis Singkat
Uji pemahaman kamu dengan tiga pertanyaan ini:
1. Kamu punya file konfigurasi router setebal 80 baris. Di baris 34 dan 67, ada pengaturan yang kamu ubah dari default. Bagaimana cara kamu menandai kedua baris itu agar pembaca langsung tahu mana yang dimodifikasi?
2. Di Bab III laporan kamu, ada kalimat yang membahas hasil uji kecepatan. Data lengkapnya ada 200 baris. Apa yang kamu tulis di lampiran dan apa yang kamu tulis di Bab III agar keduanya terhubung dengan benar?
3. Kamu punya tiga lampiran: script Python, tabel data, dan file konfigurasi. Di badan laporan, kamu menyebut tabel data di Bab II, script di Bab III, dan konfigurasi di Bab I. Bagaimana urutan lampiran yang benar: A, B, C masing-masing untuk apa?