Fungsi dan Grafik

Updated on May 7, 2026

Gambaran Besar Dulu

Bayangkan kamu punya mesin kopi. Kamu masukkan biji kopi (input), mesinnya bekerja sesuai aturan tertentu, lalu keluarlah kopi seduhan (output). Nah, fungsi matematika persis seperti itu: ada aturan tetap yang mengubah setiap input menjadi output yang pasti.

Yang kita pelajari hari ini ada tiga hal. Pertama, apa itu fungsi dan cara kerjanya. Kedua, cara membuat tabel nilai dari sebuah fungsi. Ketiga, cara menggambar grafiknya di bidang koordinat. Ketiganya saling sambung, jadi ikuti urutannya.


Langkah 1: Fungsi = Mesin dengan Aturan

Fungsi punya satu aturan yang berlaku konsisten untuk semua input. Contoh aturannya: “kalikan input dengan 2, lalu tambah 1.”

Dalam bahasa matematika, itu ditulis:

f(x) = 2x + 1

Cara bacanya: “f dari x sama dengan 2x ditambah 1.”

  • f = nama fungsinya (bisa juga g, h, atau apa saja)
  • x = input (angka yang kamu masukkan ke mesin)
  • 2x + 1 = aturan pengolahannya

Coba masukkan x = 3:

f(3) = 2(3) + 1 = 6 + 1 = 7

Jadi input 3 menghasilkan output 7. Selalu. Tidak bisa lain.

Perhatikan ini: satu nilai x hanya boleh punya satu nilai output. Kalau x = 3 kadang hasilnya 7, kadang hasilnya 10, itu bukan fungsi. Itu namanya hubungan yang tidak konsisten.


Langkah 2: Membuat Tabel Nilai

Tabel nilai itu seperti daftar percobaan. Kamu coba beberapa angka sebagai input, catat outputnya satu per satu.

Untuk f(x) = 2x + 1, buat tabelnya:

x (input) Cara hitung y = f(x) (output)
0 2(0) + 1 1
1 2(1) + 1 3
2 2(2) + 1 5
3 2(3) + 1 7

Lihat polanya: setiap kali x naik 1, nilai y naik 2. Selalu naik 2. Angka 2 yang selalu tetap ini namanya kemiringan atau slope (m). Ini tanda bahwa fungsi kita linear, artinya kalau digambar nanti hasilnya garis lurus, bukan kurva.


Langkah 3: Mengenal Koordinat Kartesius

Sebelum plot titik, kamu perlu tahu “peta”-nya dulu.

Koordinat kartesius punya dua garis:

  • Sumbu X = garis horizontal (mendatar), seperti jalan lurus ke kanan
  • Sumbu Y = garis vertikal (tegak), seperti gedung bertingkat

Keduanya bertemu di titik (0, 0) yang disebut titik asal atau origin.

Cara membaca koordinat (x, y):

  1. Angka pertama = gerak ke kanan (positif) atau kiri (negatif) dari titik asal
  2. Angka kedua = gerak ke atas (positif) atau bawah (negatif) dari posisi tadi

Contoh titik (3, 5):

  • Mulai dari (0,0)
  • Gerak 3 langkah ke kanan
  • Dari sana, naik 5 langkah
  • Tandai titiknya. Itu posisi (3, 5).

Latihan cepat: di mana posisi titik (0, 1)? Tidak gerak ke mana-mana secara horizontal, langsung naik 1. Titiknya tepat di sumbu Y.


Langkah 4: Plot Titik dan Tarik Garis

Ambil kertas gridmu. Dari tabel tadi, kita punya empat titik:

(0, 1) → (1, 3) → (2, 5) → (3, 7)

Plot keempat titik itu satu per satu. Setelah semua tertandai, hubungkan dengan garis lurus pakai penggaris. Jangan sambungkan lengkung-lengkung seperti ular, tapi garis lurus tegas.

Hasilnya adalah grafik fungsi linear f(x) = 2x + 1. Garisnya memanjang, naik ke kanan.

Kalau titik-titikmu tidak membentuk garis lurus sempurna, ada yang salah di perhitungan tabelmu. Cek ulang satu per satu.


Langkah 5: Membaca Makna y = mx + c

Semua fungsi linear punya bentuk umum:

y = mx + c

Dua angka yang perlu kamu hafal artinya:

m (kemiringan / slope) Menunjukkan seberapa curam garisnya. Kalau m = 2, artinya setiap x naik 1, y naik 2. Makin besar m, makin curam garisnya. Kalau m negatif, garis turun ke kanan.

c (titik potong sumbu Y) Di mana garis melewati sumbu Y. Untuk y = 2x + 1, nilai c = 1, jadi garis melewati titik (0, 1) di sumbu Y.

Cara mudah mengingatnya: m = kemiringan (miring), c = posisi awal di sumbu Y (constant, angka yang tidak berubah walau x nol).


Langkah 6: Fungsi di Kehidupan Nyata – Tarif Taksi

Situasinya: tarif taksi = Rp5.000 bayar awal + Rp3.000 per km.

Terjemahkan ke persamaan:

y = 3.000x + 5.000

Di sini:

  • x = jarak tempuh (km)
  • y = total yang dibayar (rupiah)
  • m = 3.000 (setiap 1 km tambah Rp3.000)
  • c = 5.000 (walaupun tidak jalan sekalipun, sudah kena Rp5.000)

Tabel nilainya:

Jarak (km) Perhitungan Bayar (Rp)
0 3.000(0) + 5.000 5.000
1 3.000(1) + 5.000 8.000
2 3.000(2) + 5.000 11.000
5 3.000(5) + 5.000 20.000

Plot grafiknya, dan kamu akan melihat garis lurus naik ke kanan. Makin jauh jarak, makin tinggi biayanya — konsisten, tidak lompat-lompat.

Gunanya: kamu bisa prediksi biaya taksi 10 km tanpa harus naik taksinya dulu. Tinggal hitung: 3.000(10) + 5.000 = Rp35.000.


Yang Sering Salah (Jebakan Umum)

1. Membalik urutan koordinat Titik (3, 5) beda dengan (5, 3). Yang pertama: 3 ke kanan, 5 ke atas. Yang kedua: 5 ke kanan, 3 ke atas. Selalu ingat: x dulu, y belakangan.

2. Lupa titik (0, c) Saat membuat tabel, banyak siswa langsung mulai dari x = 1. Padahal x = 0 penting karena itulah titik di mana garis menyentuh sumbu Y.

3. Menyambung titik dengan garis lengkung Fungsi linear selalu garis lurus. Kalau kamu dapat lengkungan, berarti perhitungan ada yang keliru atau cara plotnya yang salah.

4. Salah membaca m negatif Kalau y = -2x + 5, maka m = -2. Artinya setiap x naik 1, y turun 2. Garisnya miring ke bawah ke kanan. Bukan naik.


Kuis Penutup

Jawab tiga pertanyaan ini untuk mengecek pemahamanmu:

  1. Diketahui fungsi g(x) = 3x – 2. Buat tabel nilai untuk x = 0, 1, 2, dan 3. Berapa nilai g(2)?

  2. Sebuah fungsi linear punya persamaan y = -x + 4. Berapa nilai kemiringannya (m) dan di titik mana garis ini memotong sumbu Y?

  3. Warung kelontong Pak Budi menjual air mineral dengan harga Rp2.500 per botol, ditambah biaya kantong plastik Rp500 sekali belanja. Tulis persamaan fungsinya (y = total bayar, x = jumlah botol), lalu hitung total bayar kalau beli 6 botol.

Next