Penulisan Landasan Teori: Referensi, Kutipan, dan Parafrase

Updated on May 7, 2026

Gambaran Besarnya Dulu

Bayangin kamu lagi bikin laporan prakerin atau tugas akhir. Di BAB II, kamu harus menjelaskan “dasar teorinya” yaitu ngumpulin penjelasan dari buku atau artikel buat nopang isi laporanmu. Nah, masalahnya: kalau kamu nyalin mentah-mentah dari buku, itu namanya plagiarisme (mencuri karya orang lain). Makanya ada dua teknik aman: kutipan dan parafrase.


Bagian 1: Kutipan Langsung vs Tidak Langsung

Kutipan langsung

Ini saat kamu salin persis kata-kata dari sumber, nggak diubah sama sekali.

Aturannya:

  • Kutipan pendek (kurang dari 40 kata): masuk dalam teks, pakai tanda kutip "...".
  • Kutipan panjang (40 kata atau lebih): tulis sebagai blok terpisah, indent ke dalam 1.27 cm dari margin kiri, tanpa tanda kutip.

Contoh kutipan pendek:

Santoso (2020, hlm. 15) menyatakan, “Sistem operasi adalah perangkat lunak yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer.”

Contoh kutipan panjang (blok):

Menurut Wijaya (2019, hlm. 42):

Sistem operasi berfungsi sebagai jembatan antara pengguna dan perangkat keras. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapat menjalankan aplikasi, mengelola file, atau mengakses perangkat input dan output. Fungsi utama sistem operasi mencakup manajemen proses, manajemen memori, dan manajemen penyimpanan data yang bersifat permanen maupun sementara.

Kutipan tidak langsung (parafrase)

Ini yang lebih sering dipakai. Kamu baca sumber, lalu tulis ulang isinya pakai kata-katamu sendiri.

Cara praktisnya (teknik “tutup buku”):

  1. Baca paragraf sumber sampai paham.
  2. Tutup bukunya, jangan lihat.
  3. Tulis inti informasinya pakai bahasamu sendiri.
  4. Buka lagi, bandingkan. Kalau masih terlalu mirip, ubah lagi.

Contoh parafrase:

Teks asli: “Sistem operasi adalah perangkat lunak yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer.”

Setelah diparafrase: Perangkat keras komputer memerlukan sistem operasi agar dapat dikelola dan difungsikan secara optimal (Santoso, 2020).

Lihat bedanya? Strukturnya sudah berbeda, tapi maknanya sama.


Bagian 2: Format Sitasi APA Edisi 7 (di Dalam Teks)

Sitasi itu “penanda” di dalam tulisanmu yang bilang: “hei, info ini aku ambil dari sini lho.”

Jenis Format
Parafrase (Nama Belakang Penulis, Tahun)
Kutipan langsung (Nama Belakang Penulis, Tahun, hlm. XX)

Contoh konkret:

  • Parafrase: (Santoso, 2020)
  • Kutipan langsung: (Santoso, 2020, hlm. 15)
  • Nama penulis disebut di kalimat: Santoso (2020) menjelaskan bahwa...

Bagian 3: Format Daftar Pustaka APA Edisi 7

Semua sumber yang kamu sebut di dalam teks wajib masuk daftar pustaka. Urutkan berdasarkan abjad nama belakang penulis.

Buku

Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul buku: Subjudul jika ada. Penerbit.

Contoh:

Santoso, A. (2020). Pengantar sistem operasi modern. Gramedia.

Artikel jurnal

Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. https://doi.org/xxxxx

Contoh:

Wijaya, B. (2019). Perbandingan kinerja Windows dan Linux pada komputer lama. Jurnal Teknologi Informatika, 5(2), 40–55. https://doi.org/10.xxxx

Website / dokumentasi resmi

Nama Penulis atau Organisasi. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul halaman. Nama Situs. URL

Contoh:

Microsoft. (2023, 10 Januari). What is Windows 11? Microsoft Docs. https://docs.microsoft.com/windows

Bagian 4: Struktur BAB II yang Logis

Bayangkan kamu lagi menceritakan sesuatu dari yang paling umum dulu, baru ke yang spesifik. Mirip kayak zoom in kamera.

Contoh untuk topik “Instalasi Windows”:

2.1 Pengertian Perangkat Lunak
2.2 Sistem Operasi
   2.2.1 Jenis-jenis sistem operasi
   2.2.2 Arsitektur sistem operasi
2.3 Perangkat Keras PC
2.4 Konsep Partisi dan File System
2.5 Sistem Operasi Windows

Setiap sub-bab membahas satu konsep saja. Jangan campur dua konsep besar dalam satu sub-bab.


Bagian 5: Jebakan Umum yang Harus Dihindari

1. Lupa mencantumkan sitasi Menulis informasi dari buku tapi tidak ada (Penulis, Tahun) — ini sudah termasuk plagiarisme meski kamu sudah parafrase.

2. Parafrase yang terlalu mirip Hanya mengganti beberapa kata, tapi struktur kalimatnya sama persis. Itu bukan parafrase, masih dihitung plagiarisme.

3. Daftar pustaka tidak lengkap Ada sumber yang disebut di dalam teks tapi tidak masuk daftar pustaka, atau sebaliknya — ada di daftar pustaka tapi tidak pernah dikutip.

4. Format APA salah Yang paling sering: lupa miring (italic) pada judul buku/jurnal, urutan data terbalik, atau penulisan DOI yang tidak lengkap.


Contoh Nyata: Satu Paragraf Landasan Teori yang Benar

Sistem operasi merupakan perangkat lunak utama yang menghubungkan pengguna dengan perangkat keras komputer (Santoso, 2020). Tanpa sistem operasi, aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan sehari-hari tidak bisa berjalan. Supriyadi (2021) mengelompokkan sistem operasi berdasarkan cara penggunaannya menjadi dua jenis utama: single-user dan multi-user. Windows, sebagai salah satu sistem operasi paling populer, masuk dalam kategori single-user karena dirancang untuk digunakan satu orang dalam satu waktu (Microsoft, 2023).

Lihat: ada tiga sumber berbeda dalam satu paragraf. Semua parafrase, tidak ada yang disalin mentah-mentah.


Kuis Singkat

Coba jawab tiga pertanyaan ini ya:

  1. Apa bedanya kutipan langsung pendek dan panjang dalam format APA? Kapan kamu pakai blok indent?

  2. Kamu baca kalimat ini dari buku: “Partisi adalah pembagian ruang penyimpanan pada hard disk menjadi beberapa bagian yang berfungsi secara independen.” Coba tulis ulang jadi parafrase dengan sitasi yang benar, anggap penulisnya Hermawan (2022, hlm. 88).

  3. Seorang temanmu menulis di BAB II: “Sistem operasi adalah perangkat lunak yang mengelola sumber daya perangkat keras.” Tidak ada tanda kutip, tidak ada sitasi. Apa masalahnya, dan bagaimana cara memperbaikinya?

Next