Revisi Iteratif: Dokumentasi Perubahan dan Versioning

Updated on May 15, 2026

Gambaran besar dulu

Bayangkan kamu bikin kue, terus teman mencicipi dan bilang “kurang manis.” Kalau kamu langsung tambah gula tanpa dicatat, besok kamu sudah lupa berapa banyak yang ditambah. Kalau ada 3 orang yang memberi masukan berbeda, kamu akan kacau.

Revisi terstruktur itu sama. Setiap perubahan dicatat, diberi alasan, dan disimpan versinya. Hasilnya: kamu bisa lacak ke belakang kapan saja, dan klien bisa lihat proses kerjamu.


Langkah 1: Bikin tabel revisi

Tabel ini adalah “buku harian” desainmu. Formatnya:

No Versi Perubahan yang Dilakukan Alasan Perubahan Pemberi Masukan Keterangan Screenshot
1 v01 → v02 Font judul diganti dari Bebas Neue ke Montserrat Black “Font terlalu kaku, kurang cocok untuk feed lifestyle” Pak Budi (guru) Lihat screenshot_01
2 v02 → v03 Logo digeser 2 cm ke kanan Logo terlalu dekat tepi, terasa sesak Anisa (teman sekelas) Lihat screenshot_02
3 v03 → v04 Ditambahkan outline tipis 1pt pada foto produk Foto menyatu dengan background putih, tidak terbaca Revisi mandiri setelah review Lihat screenshot_03

Buat tabel ini di dokumen terpisah atau di bagian laporan. Isi setiap baris segera setelah kamu selesai merevisi, bukan nanti-nanti.


Langkah 2: Revisi 1 – Ganti font

Situasinya: guru bilang font Bebas Neue terlalu kaku untuk konten Instagram Feed bertema lifestyle.

Yang kamu lakukan:

  • Buka file desain (Photoshop/Canva/Figma).
  • Sebelum mengubah apa pun, simpan dulu file saat ini dengan nama instagram_feed_v01.psd (atau .fig, .png, sesuai software).
  • Ganti font judulnya ke Montserrat Black.
  • Simpan versi baru: instagram_feed_v02.psd.
  • Screenshot tampilan sebelum dan sesudah, beri nama ss_revisi01_before.png dan ss_revisi01_after.png.

Satu aturan penting: jangan simpan di atas file lama. File v01 tidak boleh tertimpa. Itu bukti versimu.


Teman memberi masukan bahwa logo terlalu dekat dengan tepi kiri.

Yang kamu lakukan:

  • Buka v02.
  • Ukur posisi logo sekarang (misalnya: 5mm dari tepi). Catat di tabel.
  • Geser logo 2 cm ke kanan menggunakan Move Tool atau input koordinat manual.
  • Simpan sebagai instagram_feed_v03.psd.
  • Screenshot before/after, beri nama yang rapi.

Tips kecil yang sering terlewat: pastikan kamu menggeser logo saja, bukan group/layer lain yang tidak sengaja terseleksi. Cek di panel Layers sebelum memindahkan.


Langkah 4: Revisi 3 – Tambah outline pada foto

Ini revisi mandiri. Kamu perhatikan sendiri bahwa foto produk menyatu dengan background putih.

Yang kamu lakukan:

  • Buka v03.
  • Pilih layer foto di panel Layers.
  • Tambahkan Layer Style: Stroke (outline). Atur warna: abu-abu gelap (#333333), ukuran: 1–2pt, posisi: Inside atau Outside tergantung selera.
  • Lihat hasilnya. Kalau sudah oke, simpan sebagai instagram_feed_v04.psd.
  • Screenshot before/after seperti biasa.

Langkah 5: Perbandingan v01 vs versi final (v04)

Di akhir, buat satu halaman khusus yang menampilkan dua gambar berdampingan:

[ Screenshot v01 ] ←→ [ Screenshot v04 (final) ]

Ini namanya side-by-side comparison. Caranya:

  • Buka file baru di Photoshop/Canva dengan rasio 2:1 (misalnya 2160 x 1080px).
  • Import screenshot v01 di sisi kiri.
  • Import screenshot v04 di sisi kanan.
  • Tambahkan label teks: “Versi Awal (v01)” dan “Versi Final (v04)”.
  • Ekspor sebagai perbandingan_v01_vs_v04.png.

File ini yang paling sering dipakai di laporan dan presentasi. Sekarang kamu punya bukti konkret bahwa desainmu berkembang, bukan asal-asalan.


Hal yang bisa salah (dan cara menghindarinya)

  • Lupa simpan versi baru sebelum mulai edit → file v01 tertimpa, tidak bisa kembali. Solusi: buat kebiasaan “Simpan Sebagai” sebelum mulai, bukan setelahnya.
  • Nama file berantakandesain_final_beneran_fix_v2_PAKE_INI.psd. Jangan. Pakai skema sederhana: nama_proyek_v01.psd.
  • Tabel revisi diisi belakangan dari ingatan → data tidak akurat. Isi tabel segera setelah merevisi.
  • Screenshot tidak lengkap → ambil screenshot full canvas, bukan sebagian saja. Nanti saat membandingkan, skalanya tidak cocok.

Kuis singkat

  1. Apa tujuan menyimpan file dengan nama berbeda di setiap versi (v01, v02, v03)?
  2. Apa yang harus kamu lakukan sebelum mulai melakukan perubahan pada file desain?
  3. Pada tabel revisi, kolom apa saja yang wajib diisi untuk setiap perubahan yang dilakukan?

Next