Review dan Editing Laporan: Konsistensi, Grammar, dan Format

Updated on May 13, 2026

Sebelum Detail: Gambar Besarnya Dulu

Bayangkan kamu sudah masak seharian. Makanan sudah jadi. Tapi sebelum dihidangkan ke tamu, kamu cicipi dulu, rapikan piringnya, lap pinggirannya. Itu namanya “finishing.”

Nah, me-review dan mengedit laporan praktik itu persis kayak proses finishing makanan tadi. Laporan sudah selesai ditulis, tapi belum layak “dihidangkan” sebelum diperiksa dari berbagai sisi: apakah konsisten, apakah bahasanya benar, apakah formatnya rapi.

Kalau kamu skip bagian ini, laporan bisa lolos dengan kesalahan yang mestinya mudah diperbaiki. Dan itu yang bikin nilai turun.


Langkah 1: Buat Checklist Review Dulu

Jangan langsung baca laporan dari awal. Itu cara yang tidak efisien.

Buat dulu daftar periksa (checklist). Isinya:

  • Format halaman: ukuran kertas, margin, spasi, font
  • Konsistensi heading: apakah Heading 1, 2, 3 punya gaya yang seragam
  • Penomoran halaman: sudah ada? posisinya konsisten?
  • Penomoran gambar dan tabel: sudah mengikuti aturan (Gambar 3.1, Tabel 2.2, dst.)?

Kenapa checklist dulu? Karena kalau kamu langsung baca, fokusmu mudah terpecah. Dengan checklist, kamu tahu persis apa yang sedang dicari.


Langkah 2: Konsistensi Istilah

Ini jebakan nomor satu yang sering tidak disadari.

Misalnya kamu nulis “hard drive” di BAB II. Lalu di BAB IV tiba-tiba berganti jadi “hard disk.” Kedua istilah ini maksudnya sama, tapi di dalam satu laporan resmi, kamu harus pilih satu dan pakai itu sampai akhir.

Contoh lain yang sering terjadi:

Di BAB II Di BAB IV Yang Benar
hard drive hard disk pilih salah satu
jaringan LAN LAN konsisten
Pak Ahmad sang teknisi tetap “Pak Ahmad”

Cara praktisnya: pakai fitur Ctrl+F di Word, ketik istilah yang kamu ragu, dan lihat kemunculannya di seluruh dokumen.


Langkah 3: Periksa Tata Bahasa

Ada empat hal yang perlu dicek satu per satu.

Kalimat lengkap. Setiap kalimat dalam laporan harus punya subjek dan predikat. Kalimat seperti “Setelah melakukan instalasi.” itu tidak lengkap. Lengkapi jadi: “Setelah melakukan instalasi, sistem siap digunakan.”

Ejaan PUEBI. PUEBI itu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Buku aturan ejaan resmi. Beberapa yang sering salah: “analisa” seharusnya “analisis”, “merubah” seharusnya “mengubah.”

Tanda baca tepat. Titik di akhir kalimat, koma sebelum konjungsi tertentu, tanda tanya hanya untuk kalimat tanya.

“di” preposisi vs awalan. Ini yang paling sering salah:

  • “di meja” → ditulis terpisah (preposisi, menunjukkan tempat)
  • “ditulis” → disambung (awalan, menunjukkan kata kerja)

Cara cek cepat: kalau setelah “di” adalah kata benda atau tempat, pisah. Kalau kata kerja, sambung.


Langkah 4: Periksa Keselarasan BAB I dan BAB V

Ini sering dilewatkan. Padahal dosen atau guru pasti ngecek bagian ini.

BAB I berisi rumusan masalah dan tujuan. BAB V berisi kesimpulan. Keduanya harus “nyambung.”

Kalau BAB I bilang tujuannya adalah “menganalisis performa jaringan Wi-Fi di laboratorium,” maka BAB V harus menjawab itu. Bukan tiba-tiba bicara tentang hal lain yang tidak ada di tujuan.

Cara mudahnya: cetak atau buka dua jendela Word sekaligus. Tujuan di kiri, kesimpulan di kanan. Cocokkan satu per satu.


Langkah 5: Update Daftar Isi Otomatis

Kalau kamu pakai heading otomatis di Word (Heading 1, 2, 3), Daftar Isi bisa di-generate otomatis. Tapi setelah semua revisi selesai, Daftar Isi itu perlu di-refresh karena nomor halamannya mungkin sudah bergeser.

Caranya:

  1. Klik area Daftar Isi
  2. Klik kanan
  3. Pilih Update Field
  4. Pilih Update Entire Table
  5. Klik OK

Selesai. Semua nomor halaman otomatis menyesuaikan.


Langkah 6: Periksa Cross-Reference

Cross-reference itu ketika kamu menulis “lihat Gambar 3.1” atau “seperti pada Tabel 2.2.”

Masalah yang sering muncul: gambarnya ada, tapi nomornya berubah setelah revisi, sehingga “lihat Gambar 3.1” sebenarnya sekarang sudah jadi Gambar 3.2.

Cara periksa: cari semua teks “lihat Gambar” dan “lihat Tabel” pakai Ctrl+F, lalu cek satu per satu apakah nomornya masih cocok.


Langkah 7: Peer Review

Ini bukan berarti minta teman untuk menilai laporan kamu dari sisi kompetensi teknis. Tujuannya lebih sederhana: minta orang lain baca, karena mata penulis sendiri cenderung tidak melihat kesalahan tulisannya sendiri.

Kenapa bisa begitu? Karena otak kita otomatis “mengisi” kata yang kurang atau membetulkan ejaan yang salah saat kita membaca tulisan kita sendiri. Otak orang lain tidak punya kebiasaan itu, jadi mereka lebih mudah menangkap yang kita lewatkan.

Minta temanmu tandai bagian yang tidak jelas atau terasa aneh. Kamu tidak harus setuju dengan semua masukan, tapi pertimbangkan setiap catatan yang mereka berikan.


Hal yang Bisa Salah (Troubleshooting Mindset)

  • Lupa update Daftar Isi setelah revisi terakhir → halaman tidak cocok
  • Istilah berganti-ganti tanpa sadar → pembaca bingung, laporan terlihat tidak profesional
  • Cross-reference menunjuk gambar yang sudah dihapus → referensi mati (dead reference)
  • “di” disambung padahal preposisi → kesalahan ejaan yang mendasar, mudah terlihat penilai

Kuis Singkat

Coba jawab tiga pertanyaan ini untuk ngecek pemahamanmu:

  1. Kamu menulis “instalasi sistem” di BAB II, tapi di BAB IV kamu menulis “setup sistem” untuk hal yang sama. Apa yang salah, dan bagaimana cara memperbaikinya?

  2. Manakah penulisan yang benar menurut ejaan PUEBI: “di instal”, “di-instal”, atau “diinstal”? Jelaskan alasanmu.

  3. Setelah kamu menambah dua halaman baru di BAB III dan Daftar Isi sudah di-generate sebelumnya, apa langkah yang harus kamu lakukan agar Daftar Isi tetap akurat?

Next