Kamu sudah punya sketsa kasar di kertas, dan sekarang saatnya “menerjemahkan” sketsa itu ke dalam software desain. Bayangkan seperti menjiplak gambar, tapi versi modern. Sketsa kertasmu jadi semacam peta, dan kamu tinggal bangun “bangunannya” di atas peta itu menggunakan tool-tool digital.
Ini bukan soal langsung bikin desain bagus. Tahap ini cuma soal menyusun kerangka: di mana judul, di mana gambar, di mana logo. Warna dan detail belakangan. Sekarang fokusnya: posisi dan proporsi.
Langkah 1: Import sketsa sebagai referensi
Pertama, foto atau scan dulu sketsa kertasmu. Tidak perlu kamera mahal, pakai HP cukup. Yang penting tulisan dan garis-garisnya kelihatan jelas.
Buka file yang sudah kamu setup sebelumnya (dari Tugas 5). Lalu import foto sketsa itu ke dalam software. Caranya tergantung software:
- Di Adobe Illustrator: File > Place, pilih file foto sketsa
- Di Photoshop: File > Open, atau drag foto langsung ke canvas
- Di CorelDraw: File > Import
Setelah masuk, letakkan foto sketsa ini di layer paling bawah. Kalau belum punya layer terpisah, buat dulu (biasanya ada panel Layers di sisi kanan). Lalu turunkan opacity layer sketsa jadi sekitar 30%. Kenapa 30%? Supaya sketsa tetap terlihat sebagai panduan, tapi tidak mengganggu saat kamu mulai menggambar elemen digital di atasnya. Seperti kertas kalkir yang agak transparan.
Langkah 2: Buat guide line
Guide line itu garis bantu yang tidak ikut tercetak. Fungsinya seperti garis tepi di buku tulis: membantu kamu menjaga posisi elemen tetap lurus dan rapi. Ada tiga jenis utama guide line: horisontal, vertikal, dan diagonal.
Untuk tugas ini, tarik guide line sesuai batas-batas yang ada di sketsa:
- Garis horisontal di batas atas dan bawah area judul
- Garis horisontal di batas area gambar utama
- Garis vertikal di posisi logo (misalnya pojok kiri bawah atau tengah atas)
Cara membuat guide line di kebanyakan software: arahkan kursor ke ruler (penggaris) di tepi layar, lalu klik dan drag ke arah canvas. Garis akan mengikuti kursormu. Lepas di posisi yang sesuai sketsa.
Tipsnya: bayangkan kamu sedang membuat “kotak-kotak tak terlihat” yang membagi poster jadi beberapa zona. Setiap zona punya fungsi: zona judul, zona gambar, zona logo, zona informasi.
Langkah 3: Buat blok placeholder dengan Rectangle Tool
Sekarang mulai bangun kerangkanya. Ambil Rectangle Tool (shortcut M di Illustrator, U di Photoshop) dan buat kotak-kotak sesuai area di sketsa.
- Kotak besar di area judul, beri warna sementara abu-abu muda. Ini cuma placeholder (pengganti sementara), nanti akan diganti teks dan warna sesungguhnya.
- Kotak kecil di area logo.
- Kotak lain di area gambar utama, area informasi, dan seterusnya.
Kenapa pakai placeholder? Karena di tahap ini kamu belum perlu mikirin gambar atau warna final. Yang kamu mau tahu dulu adalah: “Apakah proporsi dan posisi elemen sudah pas?” Kalau ternyata blok judul terlalu besar dan makan area gambar, kamu bisa geser sekarang tanpa harus mengulang banyak pekerjaan.
Langkah 4: Masukkan teks placeholder
Aktifkan Type Tool (shortcut T di hampir semua software). Klik di area judul, lalu ketik “JUDUL POSTER”. Pilih font sans-serif yang tebal dan jelas, misalnya Arial Black, Montserrat Bold, atau Bebas Neue.
Kenapa sans-serif? Font tanpa kaki (sans-serif) biasanya lebih gampang dibaca dari jarak jauh, dan itu penting untuk poster. Ukuran fontnya buat besar dulu, sekitar 48-72 pt tergantung ukuran postermu. Nanti bisa disesuaikan.
Kalau ada elemen teks lain (misalnya tanggal acara, nama penyelenggara, tagline), masukkan juga dengan teks sementara. Gunakan ukuran font yang lebih kecil dari judul supaya hierarkinya kelihatan: judul paling besar, sub-judul sedang, detail paling kecil.
Langkah 5: Atur alignment
Ini langkah yang sering dilewati pemula, padahal di sini bedanya desain “asal tempel” dan desain yang tertata.
Seleksi semua elemen yang mau kamu ratakan (klik sambil tahan Shift). Lalu buka panel Align:
- Di Illustrator: Window > Align
- Di Photoshop: pilih Move Tool, opsi align muncul di toolbar atas
- Di CorelDraw: Arrange > Align and Distribute
Gunakan fitur rata tengah (center align) untuk elemen yang posisinya di tengah poster. Rata kiri untuk elemen yang sejajar di sisi kiri. Dan pakai Distribute Spacing kalau kamu punya beberapa elemen yang jaraknya harus sama rata, misalnya tiga ikon yang berjejer horisontal.
Yang sering salah di tahap ini
- Langsung pakai warna dan gambar final. Terlalu cepat. Di tahap digitalisasi awal, fokusnya cuma kerangka. Warna dan gambar itu urusan nanti.
- Tidak pakai guide line. Akibatnya elemen geser sana-sini dan susah dirapikan belakangan.
- Lupa buat layer terpisah untuk sketsa referensi. Kalau sketsa tercampur di layer yang sama dengan elemen digital, nanti susah dihapus atau disembunyikan.
- Placeholder teks pakai font dekoratif. Jangan dulu. Pakai font standar yang netral supaya kamu bisa menilai layout-nya tanpa terganggu gaya font.
Kuis pemahaman
-
Kenapa opacity sketsa referensi diturunkan jadi 30% dan bukan dibiarkan 100%?
-
Apa bedanya guide line dengan garis biasa yang kamu gambar pakai Line Tool?
-
Kenapa di tahap ini kita pakai placeholder kotak abu-abu, bukan langsung memasukkan gambar dan warna final?