Sebelum masuk ke tombol-tombol, satu hal yang perlu kamu pegang dulu: hampir semua desain rumit yang kamu lihat, dari logo bank sampai kemasan keripik di minimarket, dibangun dari bentuk-bentuk paling sederhana. Kotak, lingkaran, segi enam, bintang. Kalau kamu bisa mengendalikan empat bentuk ini dengan presisi, kamu sudah punya modal untuk bikin apa saja. Anggap saja ini seperti belajar masak: sebelum bikin rendang, kamu harus bisa dulu memotong bawang dengan rapi.
Jadi tugas hari ini sederhana tapi penting. Buka file A4 Portrait yang baru, lalu isi dengan minimal lima bentuk geometris yang tersusun rapi. Kita kerjakan pelan-pelan.
Bikin kotak dan persegi
Ambil Rectangle Tool, atau tekan F6 di keyboard biar cepat. Klik di halaman kerja, tahan, lalu tarik. Jadilah kotak. Kalau kamu mau kotaknya persegi sempurna (semua sisi sama panjang), tahan tombol Ctrl sambil menariknya. Ctrl di sini fungsinya seperti penggaris siku, dia memaksa bentukmu jadi rapi dan simetris. Lepas mouse dulu baru lepas Ctrl, jangan kebalik.
Bikin lingkaran dengan ukuran pasti
Sekarang Ellipse Tool, shortcut-nya F7. Cara pakainya sama, klik-tarik. Tahan Ctrl kalau mau lingkaran bulat sempurna, bukan lonjong.
Nah, di sinilah kamu belajar hal yang membedakan desainer amatir dan yang serius: jangan mengira-ngira ukuran. Setelah lingkaran jadi, lihat ke Property Bar (bar panjang di bagian atas). Di situ ada kolom ukuran. Ketik 50 mm untuk lebar dan 50 mm untuk tinggi, tekan Enter. Lingkaranmu langsung berubah jadi tepat 50×50 mm. Bedanya dengan menarik pakai mouse itu seperti bedanya menakar tepung pakai timbangan versus pakai perasaan. Yang satu bisa dipertanggungjawabkan, yang satu untung-untungan.
Bikin heksagon
Polygon Tool, tekan Y. Sebelum menggambar, cari kolom jumlah sisi di Property Bar dan isi angka 6. Baru setelah itu klik-tarik di area kerja. Hasilnya segi enam alias heksagon, bentuk yang sama seperti sarang lebah. Kalau kamu isi angka lain, jumlah sisinya ikut berubah. Coba-coba saja nanti.
Bikin bintang
Star Tool ini agak sembunyi. Klik dan tahan agak lama di ikon Polygon Tool, nanti muncul pilihan tool tambahan, pilih Star Tool. Buat bintang lima sudut. Sama seperti tadi, jumlah titik bintang bisa kamu atur di Property Bar.
Latihan transformasi
Sekarang bagian yang bikin ketagihan: mengubah-ubah objek. Ambil Pick Tool (panah hitam), klik salah satu objek.
Untuk mengubah ukuran, tarik salah satu handle di sudut (kotak-kotak hitam di sekeliling objek). Tahan Shift sambil menarik supaya objek membesar atau mengecil secara proporsional, tidak gepeng atau melar sebelah.
Untuk memutar, klik dua kali objeknya. Handle di sudut akan berubah jadi panah melengkung. Tarik salah satunya, objek berputar mengikuti mouse-mu.
Menggandakan objek
Ada beberapa cara, pilih yang paling nyaman.
Cara tercepat: pilih objek, tekan Ctrl+D. Langsung muncul salinannya. Ini seperti stempel, sekali tekan langsung jadi duplikat.
Cara klasik: Ctrl+C untuk salin, Ctrl+V untuk tempel.
Kalau kamu butuh salinan dengan jarak yang terukur (misalnya bikin deretan objek dengan spasi 10 mm), pakai Edit > Step and Repeat (Ctrl+Shift+D). Di sini kamu bisa tentukan berapa jumlah salinan dan berapa jarak antar salinannya. Berguna banget kalau nanti bikin pola atau border.
Merapikan susunan
Terakhir, biar lima objekmu tidak berserakan seperti mainan anak yang belum dibereskan, pakai Align and Distribute (Ctrl+Shift+A). Pilih semua objek dulu, lalu pilih perataan yang kamu mau, misalnya center horizontal supaya semua objek sejajar di tengah. Fitur ini seperti komandan upacara yang menyuruh barisan merapat dan lurus.
Jebakan yang sering bikin siswa frustrasi
Beberapa hal yang hampir selalu terjadi di pertemuan pertama, dan cara menghindarinya.
- Lupa lepas Ctrl terlebih dahulu. Kalau kamu lepas Ctrl sebelum lepas mouse, kotak sempurnamu bisa kembali jadi persegi panjang biasa. Urutannya: lepas mouse, baru lepas Ctrl.
- Mengubah jumlah sisi setelah objek dibuat, lalu bingung kenapa tidak berubah. Untuk Polygon, kebiasaan paling aman adalah atur jumlah sisi di Property Bar sebelum menggambar. Beberapa siswa menggambar dulu baru pusing mencari cara mengubahnya.
- Resize tanpa menahan Shift. Kalau kamu tarik handle sudut tanpa Shift, objek bisa jadi penyet atau melar tidak proporsional. Lingkaran berubah jadi telur, bintang jadi miring aneh. Biasakan tahan Shift.
- Salah pakai handle. Handle di sudut untuk mengubah ukuran, handle di tengah sisi untuk menarik satu arah saja (bikin gepeng). Kalau objekmu tiba-tiba jadi ceper, kemungkinan kamu menarik handle tengah, bukan sudut.
- Objek “hilang” padahal cuma sewarna dengan latar. Kadang objek terlihat lenyap padahal cuma warnanya putih di atas kertas putih. Kalau ini terjadi, cek dulu di area kerja apakah objeknya masih terpilih (ada handle di sekelilingnya), jangan buru-buru bikin ulang.
Kuis singkat
Coba jawab tiga pertanyaan ini untuk memastikan kamu paham, bukan cuma hafal:
-
Kamu sudah menggambar sebuah kotak pakai Rectangle Tool, tapi hasilnya persegi panjang. Padahal kamu butuh persegi yang benar-benar sama sisi ukuran 40×40 mm. Sebutkan dua cara berbeda untuk memperbaikinya.
-
Temanmu bertanya, “Kenapa sih harus repot ketik ukuran di Property Bar? Kan bisa tarik pakai mouse saja.” Bagaimana kamu menjelaskan kenapa mengetik ukuran itu lebih baik untuk pekerjaan desain yang serius?
-
Kamu mau membuat sepuluh lingkaran identik yang berderet ke kanan dengan jarak antar lingkaran persis 15 mm. Fitur apa yang kamu pakai, dan kenapa fitur itu lebih cocok dibanding menekan Ctrl+D sepuluh kali?