Gambaran besar dulu
Coba bayangkan kamu punya selembar kertas kosong berbentuk kotak. Dua hal yang bisa kamu atur di kotak itu: bagian dalamnya mau diwarnai apa, dan garis pinggirnya mau seperti apa. Itu saja. Di CorelDRAW, bagian dalam namanya Fill, garis pinggirnya namanya Outline.
Analogi paling gampang: Fill itu isi rotinya, Outline itu kulit rotinya. Roti bisa punya isi cokelat (fill) dan kulit yang tebal atau tipis (outline). Keduanya terpisah dan bisa diatur sendiri-sendiri. Kamu bisa punya kotak dengan isi warna tapi tanpa garis pinggir, atau sebaliknya, garis pinggir saja tanpa isi.
Nah, isi (fill) ini ada beberapa jenis. Ada yang warnanya rata satu warna (solid), ada yang warnanya berubah bertahap dari satu ke lainnya seperti langit senja (gradasi), dan ada yang berupa motif berulang seperti kain batik (pattern). Kita akan coba keempatnya di empat kotak berbeda supaya kelihatan bedanya.
Satu kunci yang perlu kamu pegang dari awal: di CorelDRAW, klik kiri di palet warna = mengisi fill, klik kanan = mewarnai outline. Ingat ini baik-baik, karena banyak siswa awal yang bingung kenapa garis pinggirnya yang berubah padahal maunya isinya.
Langkah kerja
Siapkan dulu empat kotak. Ambil Rectangle Tool (tekan F6), lalu buat empat kotak berjajar di halaman. Ukurannya bebas, yang penting cukup besar biar warnanya kelihatan jelas.
Kotak pertama, warna solid. Klik kotaknya sekali biar terpilih. Lihat ke palet warna di sisi kanan layar. Klik kiri warna merah, isinya langsung jadi merah. Sekarang klik kanan warna biru, garis pinggirnya jadi biru. Selesai. Kotak ini punya isi merah dengan bingkai biru.
Kotak kedua, gradasi linear. Linear itu artinya warnanya berubah lurus dari satu sisi ke sisi lain, seperti kertas yang dicelup tinta separuh lalu warnanya luntur pelan-pelan ke sisi sebelahnya. Klik kotak keduanya, lalu klik dua kali ikon Fill di pojok kiri bawah Toolbox (ikonnya seperti ember kecil). Muncul kotak dialog, pilih Fountain Fill. Atur Type jadi Linear, warna awal biru dan warna akhir putih. Klik OK. Kotak ini sekarang biru di satu sisi dan memudar jadi putih di sisi lain.
Kotak ketiga, gradasi radial. Kalau linear berubahnya lurus, radial berubahnya melingkar dari tengah ke pinggir, seperti riak air saat kamu jatuhkan batu ke kolam. Sama caranya, buka Fountain Fill, tapi ganti Type jadi Radial. Warna tengah kuning, warna pinggir oranye. Klik OK. Hasilnya seperti matahari kecil, terang di tengah, makin ke luar makin oranye.
Kotak keempat, pattern. Ini bukan warna polos tapi motif yang berulang. Buka lagi dialog Fill, kali ini pilih Pattern Fill. Di library CorelDRAW sudah tersedia banyak motif, pilih salah satu yang kamu suka. Motif ini akan mengisi seluruh kotak secara berulang, mirip keramik lantai atau kain batik.
Sampai sini keempat kotak sudah punya isi. Sekarang kita mainkan garis pinggirnya.
Mengatur ketebalan outline. Pilih salah satu kotak, tekan F12. Ini membuka Outline Pen, tempat mengatur segala hal soal garis pinggir. Ubah Width jadi 2pt supaya garisnya lebih tebal dan kelihatan. Sambil di situ, coba ganti Style jadi garis putus-putus (dashed line). Klik OK. Sekarang garis pinggirnya tebal dan putus-putus.
Menghapus outline. Kadang kamu tidak mau ada garis pinggir sama sekali. Pilih objeknya, lalu klik kanan ikon X (no color) yang ada di paling atas palet warna. Garis pinggirnya hilang. Cara lain, buka Outline Pen lalu pilih None.
Cara paling asyik, Interactive Fill Tool. Tekan G, klik objeknya, lalu tarik langsung di atas halaman pakai mouse. Kamu bisa lihat arah gradasi berubah mengikuti tarikanmu secara langsung. Tarik dari kiri ke kanan, gradasinya horizontal. Tarik dari atas ke bawah, jadi vertikal. Ini enak buat mengatur gradasi tanpa perlu buka-tutup dialog terus.
Yang sering bikin siswa keliru
Paling sering: mau ganti isi tapi malah klik kanan, jadinya garis pinggir yang berubah warna. Ingat lagi, kiri untuk isi, kanan untuk pinggir.
Kedua, lupa memilih objek dulu sebelum memberi warna. Kalau tidak ada objek yang terpilih dan kamu klik warna, CorelDRAW malah bertanya mau dijadikan warna default atau tidak. Klik objeknya dulu sampai muncul titik-titik seleksi di sekelilingnya, baru beri warna.
Ketiga, ketebalan outline diukur dalam poin (pt), bukan pixel. Kalau kamu masukkan angka terlalu kecil seperti 0.1pt, garisnya bisa tipis sekali sampai nyaris tak terlihat saat dicetak. Untuk latihan, 1pt sampai 2pt sudah aman.
Keempat, gradasi yang warnanya mirip. Kalau kamu bikin gradasi dari biru muda ke biru sedikit lebih muda, perubahannya nyaris tak kelihatan dan usahamu jadi sia-sia. Pilih dua warna yang jelas berbeda supaya efek gradasinya terasa.
Kuis singkat
-
Kamu mengeklik sebuah kotak lalu klik kanan warna hijau di palet. Bagian mana dari kotak itu yang berubah jadi hijau, isinya atau garis pinggirnya? Kenapa?
-
Kamu diminta membuat efek matahari terbit di sebuah lingkaran, terang menyala di tengah dan meredup ke pinggir. Type Fountain Fill mana yang kamu pilih, Linear atau Radial? Jelaskan alasanmu.
-
Setelah membuat sebuah logo, kamu ingin garis pinggirnya hilang sepenuhnya tapi isi warnanya tetap ada. Tombol atau langkah apa yang kamu pakai untuk menghapus outline saja tanpa mengganggu fill?